Jepara: Banjir yang melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga ribuan hektare sawah. Tercatat 2.172 hektare lahan pertanian di 13 kecamatan terendam, yang sebagian besar tanaman padi terdampak masih berusia sekitar satu bulan dan baru memasuki Masa Tanam (MT) ke-1.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir, mengatakan data luas lahan pertanian terdampak banjir masih terus berubah seiring cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Kondisi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang hingga kini masih terjadi di Kabupaten Jepara dan menyebabkan debit air terus meningkat di area persawahan.
"Data per hari Senin, 12 Januari 2026 pukul 13.25 ada 2.172 hektare lahan pertanian di 13 kecamatan yang terendam banjir," kata Mundhofir, Rabu, 14 Januari 2026.
Baca Juga :
Dapur Umum di Kalinyamatan Jepara Layani Ribuan Warga Terdampak Banjir"Yang saat ini belum ada laporan di Kecamatan Nalumsari, Karimunjawa, dan Pakis Aji," kata Mundhofir.
Anggota TNI menunjukan area persawahan di Jepara terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya debit air yang masuk ke area persawahan. Air berasal dari limpasan saluran irigasi serta jebolnya sejumlah tanggul.
"Kita menunggu tiga hari harapannya air bisa susut. Sehingga nanti padinya masih bisa tumbuh. Selama tiga hari air bisa susut, tidak tergenang, tidak busuk. InsyaAllah (tanaman padi) aman," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kuanyar, Khomsatun, menyebut banjir juga merendam sekitar 100 hektare lahan pertanian di wilayahnya. Tanaman padi yang terendam masih tergolong muda dan baru memasuki musim tanam pertama.
"Ini ada seratus hektare lebih yang terendam banjir. Usianya sekitar satu bulan, baru masuk MT pertama ini," kata Khomsatun.




