Kejar Target 1 GW, PGE Tambah Pembangkit Panas Bumi di Lumut Balai Sumsel

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memulai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW). Proyek yang berlokasi di Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2030.

Proyek ini termasuk dalam proyek strategis pemerintah dan merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang sudah beroperasi sejak Juni 2025. "Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmen dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat,” kata Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani dalam pernyataan resmi, Rabu (14/1).

Pengembangan proyek ini mendekatkan PGE dengan target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2 sampai 3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033. 

“PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang,” ujarnya. 

Industri panas bumi disebut berperan startegis sebagai penyokong kebutuhan listrik nasional serta sumber pendapatan negara dan daerah. Sepanjang 2010 sampai 2024, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini tercatat sekitar Rp21,43 triliun. Daerah penghasil memeroleh manfaat berupa Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp10,82 triliun pada periode 2019–2024. 

“Kontribusi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efek berganda (multiplier effect),” ujar Ahmad.

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi, serta tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Mulai Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
• 11 jam laludetik.com
thumb
Bantah Lakukan Penggelapan Dana Investasi, Rully Suami Boiyen Singgung Soal Itikad
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
DPR Sebut Pilkada Langsung Lewat E-Voting Rentan Sabotase Data
• 5 jam laludisway.id
thumb
Dilaporkan Atas Dugaan ITE, Penipuan, hingga TPPU, Akademi Kripto Timothy Ronald dan Kalimasada Disorot
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Update Terkini Chaos Iran, Perang Dagang Baru-Invasi di Depan Mata
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.