Sekolah Langganan Banjir, Guru SD di Bekasi Minta Pemerintah Perbaiki Akses Jalan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Pihak SDN Hurip Jaya 02, Kampung Setia Mekar, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, meminta perhatian serius pemerintah untuk memperbaiki akses jalan menuju sekolah agar kegiatan belajar mengajar tidak terus terganggu saat banjir melanda.

Guru SDN Hurip Jaya 02, Saiful, menilai kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kabupaten Bekasi membuat fasilitas pendidikan di kawasan tersebut belum mendapat perhatian maksimal.

“Mohon untuk pemerintah memperhatikan daerah pinggiran seperti ini. Fasilitasnya dan akses jalannya diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar ke depannya lebih baik lagi,” ujar Saiful saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Sekolah Kebanjiran, Ratusan Siswa SD di Bekasi Belajar Daring

Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas sekolah.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah meninggikan area lapangan sekolah agar siswa tetap bisa mengakses ruang kelas ketika banjir terjadi.

“Minimal pakai konblok. Kemudian revitalisasi kantor juga, karena ini akses-akses yang sebagian terendam,” katanya.

Saiful menegaskan, keputusan sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring bukan diambil tanpa pertimbangan.

Menurut dia, keselamatan siswa menjadi prioritas utama, terutama saat musim hujan dengan ketinggian air yang tidak menentu.

“Dengan keadaan seperti ini, kami tidak mau mengambil risiko untuk anak-anak bermain air. Apalagi ruang kelas masih terendam,” ujarnya.

Baca juga: Sekolah Kebanjiran, Siswa SD di Bekasi Sulit Belajar Daring karena Tak Punya HP

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SDN Hurip Jaya 02 terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring setelah gedung sekolah mereka terendam banjir sejak Minggu (11/1/2026).

Ketinggian air di lingkungan sekolah mencapai sekitar 50 sentimeter dan sempat menyentuh 70 sentimeter pada hari pertama banjir.

Guru SDN Hurip Jaya 02, Fahmi, mengatakan pembelajaran daring mulai diberlakukan sejak Senin (12/1/2026).

“Mulai Senin kemarin sudah belajar daring akibat banjir. Tugasnya kami kirim lewat grup. Ada 132 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6,” ujar Fahmi.

Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan dilakukan karena sekolah telah terendam banjir selama lebih dari tiga hari. Kondisi tersebut membuat ruang kelas dan fasilitas penunjang tidak dapat digunakan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, SDN Hurip Jaya 02 memiliki enam ruang kelas serta tiga ruang penunjang lainnya, yakni perpustakaan, ruang latihan, dan gudang. Seluruh area tersebut terdampak genangan banjir.

Baca juga: Bertaruh Nyawa Puluhan Tahun Tinggal di Bibir Rel

Di gedung sekolah lama, air bahkan menggenangi ruang kelas hingga setinggi sekitar 30 sentimeter, sehingga aktivitas belajar mengajar di dalam kelas mustahil dilakukan.

Selain merendam bangunan sekolah, banjir juga menyulitkan akses menuju lokasi. Jalan menuju sekolah tergenang selama tiga hari berturut-turut, menyebabkan permukaannya licin dan mulai berlumut, sehingga membahayakan keselamatan siswa maupun guru.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun demikian, pembelajaran daring juga menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana yang dimiliki siswa.

“Kesulitannya karena belajar daring, enggak semua anak punya handphone. Terus juga karena kondisi banjir, di rumahnya ada yang enggak bisa pakai handphone,” kata Fahmi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Joao Cancelo resmi kembali berseragam Barcelona
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Hal yang Sering Terlewat saat Mengurus Akta
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Bantuan Rumah Korban Bencana Sumatra, Mendagri Tito Minta Daerah Perketat Pendataan
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Kementerian Ekraf Jadikan Tahilalats Station 2026 sebagai Etalase IP Indonesia di Ruang Publik
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Tinggalkan Real Madrid, Xabi Alonso Mengaku Bangga
• 8 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.