Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintahannya akan terlibat langsung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 13 Januari 2026, usai pertemuannya dengan jajaran penggerak misi Sumud Nusantara.
Anwar mengatakan keterlibatan langsung Malaysia merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membela hak-hak rakyat Palestina.
“Kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk membantu dan mempertahankan hak rakyat Palestina. Keadilan tidak bisa lagi ditunda demi Palestina yang bermartabat dan merdeka,” ujar PM Anwar Ibrahim, dikutip dari Anadolu, Rabu, 14 Januari 2026.
Misi Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan operasi kemanusiaan internasional yang melibatkan lebih dari 80 negara. Anwar menilai partisipasi ini sebagai kelanjutan perjuangan moral global dalam menegakkan keadilan dan hak asasi manusia tanpa memandang batas negara, ras, atau agama.
Sebelumnya, Israel beberapa kali menyerang kapal-kapal bantuan yang menuju Gaza, menyita muatan kemanusiaan, serta mendeportasi para aktivis di dalamnya. Pada Oktober lalu, angkatan laut Israel menahan lebih dari 40 kapal dan menangkap sekitar 450 aktivis yang tergabung dalam armada Sumud.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza yang dihuni sekitar 2,4 juta penduduk selama hampir 18 tahun. Pengepungan diperketat sejak Maret setelah penutupan perlintasan dan penghentian pasokan makanan serta obat-obatan, yang mendorong wilayah tersebut ke ambang kelaparan.
Perang di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun hingga gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.
(Keysa Qanita)




