JAKARTA, DISWAY.ID-- Indonesia kini berbalik menjadi rujukan. Kadin Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) menyampaikan kekaguman atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari, jumlah yang setara dengan hampir setengah populasi Jepang.
Delegasi JCCI secara khusus datang ke Indonesia untuk melakukan studi banding, meninjau langsung bagaimana pemerintah Indonesia mampu mengembangkan sistem MBG secara cepat, terstruktur, dan dalam skala yang sangat besar.
BACA JUGA:Teheran Membara, Menlu Sugiono Akui Sulit Komunikasi ke Iran
BACA JUGA:Eks Kades Kohod Arsin Dkk Cuma Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pagar Laut
Kekaguman tersebut disampaikan saat delegasi JCCI mengunjungi SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok, dan menyaksikan langsung proses operasional MBG, mulai dari memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan ke sekolah penerima manfaat, termasuk Yayasan Bina Mulia.
Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menilai bahwa petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah memenuhi standar tinggi dan hampir setara dengan Jepang.
“Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman,” ujarnya.
Delegasi Jepang juga menawarkan program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga serta pelatihan bagi Kepala SPPG BGN sebagai bagian dari transfer of knowledge.
BACA JUGA:SPBU Pertamina Sediakan Biru Container, Jamin Air Minum Berkualitas One-Stop Service
BACA JUGA:Dampingi Presiden Prabowo ke IKN, Menko AHY Gaspol Dorong Smart City Berkelanjutan
Jepang sendiri telah memulai program makan siang sekolah sejak 1889, atau lebih dari 137 tahun lalu, sehingga pengalaman tersebut dinilai relevan sebagai referensi peningkatan keamanan pangan MBG.
Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama tersebut.
“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujarnya.
BACA JUGA:Cairkan Saldo DANA Gratis Rp345.000 dari Game Penghasil Uang Sore Ini 14 Januari 2026, Syarat Klaimnya Cek di Sini
BACA JUGA:YLKI Catat Lonjakan Tajam Pengaduan Konsumen dalam Lima Tahun Terakhir
- 1
- 2
- »





