Wisata Edukatif Danau Kemiri Pagardewa Jadi Nilai Tambah Ekraf Potensi Lokal

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendukung ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. 

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mewujudkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin (12/1/2026).

Wisata edukatif ini merupakan bagian dari Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa). Melalui Pendekar Dewa, PGN berupaya mewujudkan masyarakat Pagardewa yang berdaya, berkarya, dan inovatif.

Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa Program Pendekar Dewa dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak yang berkelanjutan. 

Fase pertama pada 2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat. Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian, sementara Fase ketiga pada 2025 menitikberatkan pada penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada para pemangku kepentingan lokal.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga

  • PLTU Batang Gencarkan CSR Lintas Sektor di Akhir Tahun 2025
  • KAI Divre III Palembang Salurkan Ambulans CSR ke BPBD Muara Enim
  • Bank Sumsel Babel Dorong UMKM Lewat Program CSR di Sembawa Color Run 2025

Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai penjualan dan menstabilkan harga, Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet, serta SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM keluarga petani.

Saat ini, Desa Pagardewa memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70% masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut. 

Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Inisiatif mengembangkan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa, merupakan bagian Pilar Ekonomi Kreatif. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik, meliputi aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater. 

Selain berfungsi sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.

Danau Kemiri kini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar Rp92,48 juta, atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Eri menambahkan, keberadaan Danau Kemiri beserta sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” tambahnya.

Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. 

“Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Narkoba di Madiun Diduga Menyeret Oknum Polisi: Satu Perwira  dan Tiga Anggota Polres Madiun Kota
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Cuaca Bojonegoro Hari Ini Rabu 14 Januari 2025 Didominasi Berawan
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Golongan yang Dijauhkan dari Telaga Rasulullah
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
109 Tiang Monorel Dibongkar, Dishub Prediksi Kinerja Lalin Rasuna Said Naik 18%
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Aku Pulang ke Taiwan untuk Membeli Jiwaku
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.