JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah hampir dua dekade menjadi simbol proyek mangkrak di Jakarta, tiang-tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi mulai dibongkar, Rabu (14/1/2026).
Pembongkaran tersebut disaksikan langsung oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, serta jajaran Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pembongkaran 109 tiang monorel ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan.
Setelah itu, Pemprov DKI akan melanjutkan penataan kawasan bekas proyek monorel, mencakup perbaikan jalan, penataan jalur pedestrian, hingga pengembangan ruang terbuka hijau.
“Seluruh penataan kawasan ditargetkan selesai pada September 2026,” ujar Pramono.
Baca juga: Sejarah dan Penyebab Tiang Monorel Jakarta Mangkrak Selama 20 Tahun
Dibangun Sejak 2004, Mangkrak Hampir 20 tahunProyek monorel Jakarta resmi dimulai pada 2004, saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso.
Peletakan batu pertama dilakukan pada 14 Juni 2004 oleh Presiden Megawati di kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan.
Kala itu, proyek dikerjakan oleh PT Jakarta Monorail (PT JM) sebagai pemegang konsesi, dengan pelaksanaan konstruksi tiang dilakukan oleh PT Adhi Karya.
Monorel direncanakan menjadi salah satu solusi transportasi massal di Jakarta.
Namun, proyek monorel Jakarta mulai mandek sejak 2007 akibat sengketa hukum yang melibatkan pihak kontraktor dan pengembang.
Pada Maret 2008, di era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo, proyek ini akhirnya resmi dihentikan.
Pada 16 Oktober 2013, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo mencoba melakukan groundbreaking ulang proyek monorel di Kuningan dengan PT Adhi Karya sebagai kontraktor. Namun, upaya kedua ini juga gagal direalisasikan sepenuhnya.
Adanya proyek MRT (Mass Rapid Transit) yang lebih terencana dan dinilai lebih realistis, fokus pemerintah pun beralih ke moda transportasi tersebut.
Baca juga: Tiang Monorel Dibongkar Setelah 22 Tahun, Sutiyoso: Kalau Saya Lewat Enggak Sakit Mata Lagi
Biaya Tiang Monorel Mencapai Rp 193 miliarBerdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) serta sejumlah laporan audit yang pernah disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta, biaya pembangunan fisik tiang monorel mencapai sekitar Rp 193 miliar.
Angka tersebut mencerminkan nilai pekerjaan konstruksi tiang pancang dan pilar beton yang sempat berdiri di sejumlah ruas jalan utama Jakarta, termasuk di Jalan HR Rasuna Said.




