Dituding Tak Membantu Aurelie Moeremans, Kak Seto Beri Klarifikasi

cumicumi.com
5 jam lalu
Cover Berita
































Berbagai fakta mengejutkan terungkap dari buku 'Broken Strings' yang ditulis oleh Aurelie Moeremans dan menjadi perbincangan publik. Yang tak kalah mengejutkan, belakangan diketahui bahwa ayah dari Aurelie, Jean Marc Moeremans, sempat melaporkan peristiwa yang menimpa putrinya ke Komnas Anak (Komnas Perlindungan Anak) namun tidak membuahkan hasil apapun.

Jean Marc Moeremans mengaku jika dia sempat dimintai uang administrasi sebesar Rp500 ribu oleh sekretaris Kak Seto jika ingin bertemu dengannya. Buka hanya itu, Jean Marc diduga justru disebut berlebihan atau agresif terkait kondisi yang terjadi antara Aurelie oleh Kak Seto.


"Sekretaris Kak Seto memita uang sebagai imbalan, tapi ternyata tetap tak ada tindakan. Sebenarnya saya minta pertolongan Kak Seto untuk mempertemukan dengan Roby, akhirnya malah dikasih tahu kembali ke orang tua bahwa 'kok orangtuanya yang agresif'," pungkas Jean Marc.

Tak ayal, Seto Mulyadi atau Kak Seto yang diketahui sebagai pimpinan Komnas Anak kala itu pun menuai kritik warganet. Sadar namanya tengah jadi sorotan, Kak Seto akhirnya muncul memberikan klarifikasi melalu Instagram Story. Kak Seto meminta publik menyikapi isu lama tersebut dengan tenang tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman keliru.


"Mohon kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih. Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu," tulis Kak Seto.

Bukan hanya itu, Kak Seto menyayangkan kisah masa lalu Aurelie ini kembali diangkat namun menimbulkan saling menuduh dan melempar fitnah. Oleh karena itu, Kak Seto berpesan agar semua pihak yang pernah terlibat dapat berdamai dengan masa lalu dan fokus menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya. Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," tutupnya. (ND)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendes Yandri: Jika Desa Tak Diurus, Bahaya untuk Negara
• 13 jam laludetik.com
thumb
Israel dilaporkan tembaki lokasi penjaga perdamaian PBB di Lebanon
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Satgas PKH Raup Rp4,76 Triliun dari Denda Sawit
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
IHSG Hari Ini Dibuka Perkasa ke Level 9.007, Saham SOTS Meroket 25%
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.