Google Klarifikasi Isu Nadiem Makarim, Kejagung Beri Tanggapan

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Google Indonesia telah mengklarifikasi terkait investasi di Gojek yang sebelumnya sempat disebut dalam dakwaan kasus korupsi Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dengan terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Pada intinya, Google mempertegas bahwa investasinya di Gojek tidak berkaitan  dengan kasus korupsi Chromebook yang saat ini tengah bergulir di persidangan.

BACA JUGA:CAIR! Klaim Hadiah Saldo DANA Gratis Senilai Rp246.000 ke Kantong Khusus Malam ini 14 Januari 2026

BACA JUGA:Lumpur Banjir Dikabarkan Bakal Dijual ke Swasta, Tito Karnavian: Belum Pasti, Lebih Baik Jadi Tanggul!

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Anang Supriatna, mengatakan bahwa Google diminta untuk tetap menunggu proses persidangan.

"Memang Google ada peristiwa sebelum, dan ada peristiwa sesudah gitu. Ya nantilah, nanti di pengadilan kan akan terungkap seperti apa," ujar Anang kepada awak media, Rabu, 14 Januari 2026.

Sebelumnya, Google Indonesia menegaskan bahwa pihaknya bersama dengan perusahaan global besar lain telah melakukan investasi di Gojek jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan.

"Bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021," tulis Google dalam pernyataan resmi, dikutip Senin, 12 Januari 2026.

BACA JUGA:Livery Baru Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Hitam dan Terang di MotoGP 2026

BACA JUGA:Gandeng Menhan Sjafrie, Tito Karnavian Rancang Proyek Tanggul Raksasa dari Sisa Lumpur Banjir Sumatera

"Di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan," sambung Google.

Google menjelaskan, investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan dengan sistem pendidikan Indonesia maupun Kementerian yang dijabat Nadiem Makarim.

"Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google," tegasnya.

Terkait dakwaan jaksa kepada Nadiem salah satunya menyebut persoalan siswa dan guru di daerah 3T yang tidak bisa menggunakan latop Chromebook untuk belajar mengajar, Google pun menepis pernyataan tersebut.

BACA JUGA:Hesti Purwadinata Pasang Badan Bela Aurelie Moeremans, Suami Diminta Abaikan Chat Roby Tremonti

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buruh Bakal Demo Besar-besaran di Gedung DPR Besok, Bawa 4 Tuntutan
• 21 jam laludetik.com
thumb
Gubernur Jateng Targetkan Swasembada Pangan Mulai 2026
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari Ini Pemprov Jakarta Bongkar Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said, Anggarannya Rp 254 Juta
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Senior PPDS Unsri Jangan Coba Pungli Junior, Bakal Ada Audit Finansial Dadakan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Peduli Masyarakat Atas Hak Kepemilikan Tanah, Bupati Takalar Serahkan Sertifikat PTSL
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.