KOMPAS.TV - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang melalui Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir meminta pemerintah pusat agar Balai Wilayah Sungai (BWS) lebih cepat melakukan penanganan sedimentasi.
Ia menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi bersama Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera di Padang, Selasa (13/1/2026).
"Kami memohon bantuan melalui pemerintah pusat agar Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat lebih cepat melakukan penanganan darurat dan sedimentasi," ucapnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Pemkot Padang.
Baca Juga: Akses Warga Pulih, Jalan Koto Tuo–Batu Busuak Padang Kembali Bisa Dilalui | KOMPAS PAGI
Dalam rapat tersebut, Maigus Nasir melaporkan kekhawatiran masyarakat terkait kondisi arus sungai di Kota Padang yang sudah sangat dangkal, khususnya saat hujan turun.
Pendangkalan tersebut, kata dia, menyebabkan dampak nyata, termasuk peristiwa pada awal Januari lalu di mana tujuh rumah warga hanyut terbawa arus.
Selain pengerukan sungai, Pemko Padang juga fokus pada pembersihan data warga terdampak banjir di Kecamatan Pauh, Nanggalo, dan Koto Tangah yang belum terakomodasi sepenuhnya.
Ia menegaskan pentingnya relokasi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai untuk menghindari risiko bencana di masa depan.
Baca Juga: Akses Warga Pulih, Jalan Koto Tuo–Batu Busuak Padang Kembali Bisa Dilalui | KOMPAS PAGI
Berkaitan dengan relokasi warga tersebut, ia mengatakan Pemkot Padang telah menyiapkan lahan agar warga tetap berada di lingkungan yang tidak jauh dari lokasi semula.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : padang.go.id
- pemerintah kota padang
- pemkot padang
- wakil wali kota padang
- sedimentasi sungai
- padang
- balai wilayah sungai bws




