Penjelasan Bupati Bogor soal Ledakan di Pertambangan Antam Pongkor

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

BUPATI Bogor Rudy Susmanto menjelaskan fakta peristiwa yang terjadi di pertambangan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) PT Aneka Tambang (Antam), Pongkor, di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. 

Sebelumnya, heboh di media sosial (medsos) konten video yang narasinya terjadi ledakan dan kebocoran gas, asap tebal, dan ratusan orang terjebak di dalamnya. 

Bupati Rudy mengatakan, dirinya langsung ke lokasi setelah menerima laporan ada masyarakatnya yang menjadi korban. 

Baca juga : Ada Gas Beracun di Tambang Emas Bogor, Antam Pastikan Pekerja Aman

"Kami buru-buru datang untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Setelah kami sampai di Kecamatan Nanggung, respons dari Kapolres Bogor cukup sigap, respons dari Dandim Bogor cukup sigap," ungkap Rudy, Rabu (14/1) malam.

Pertama, lanjutnya, tadi disampaikan oleh pihak Antam, beredar video dari lubang yang keluar asap, terjadi pukul 00.30 WIB. Dipastikan di jam tersebut tidak ada operasional tambang yang berjalan.

Yang kedua, terdengar ada korban yang terjebak 700 orang. Terkait ini, Rudy memastikan tidak benar. 

Baca juga : Harga Emas Antam Kamis 15 Januari 2026 Diprediksi Melejit, Cek Potensi Rekor Baru

"Dipastikan tidak betul. Kenapa kita pastikan tidak betul? Kami bicara hari ini berangkatnya di Kecamatan Nanggung, di lokasi Aneka Tambang."

"Yang betul adalah level 700, bukan ada korban 700. Bahkan Antam sendiri sudah memverifikasi, sudah mengecek bahwa tidak ada aktivitas kegiatan penambangan pada saat terjadinya muncul asap," jelas Rudy. 

Dia juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diberikan pimpinan Aneka Tambang, tidak ada satu pun karyawannya menjadi korban. 

Bupati Rudy menjelaskan, di Kabupaten Bogor, izin usaha pertambangan (IUP) yang resmi adalah PT Aneka Tambang. Terkait kejadian itu, sumber asapnya pun ada di wilayah izin usaha Aneka Tambang. 

Dia menegaskan kembali, setelah pihaknya melakukan pengecekan dan koordinasi bersama, pimpinan dari PT Antam sudah menyatakan secara langsung tidak ada korban karyawan dari PT Aneka Tambang.

"Kejadian malam itu, tingkat CO-nya 1.200. Sangat tinggi. Sekarang, tepatnya tadi sebelum maghrib ada di 100. Tingkat amannya 25 ppm." 

"Izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan. Setelah itu, kami akan menyampaikan kepada masyarakat," katanya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan berita yang tidak jelas sumbernya.  

"Supaya masyarakat tenang bahwa memberitakan sesuatu hal, memberikan informasi, pastikan sumbernya terlebih dahulu. Jangan sampai membuat masyarakat menjadi panik," (I-2)

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasar Otomotif Nasional Mandek? Begini Analisis Peneliti LPEM UI
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Kehidupan Pinggir Rel Jakbar Terus Mengalir meski Jalur Kereta Harus Steril
• 8 menit lalukompas.com
thumb
Korupsi LPEI Rp919 Miliar Melebar, 4 Pejabat Pembiayaan Syariah Jadi Tersangka Baru
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Langgar UU Perkeretaapian, Hunian Liar di Bibir Rel Jakbar Dinilai Ancam Keselamatan Publik
• 9 jam lalukompas.com
thumb
IM Wajib Militer Mulai Februari, Masih Ikut Konser Terdekat Monsta X
• 1 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.