Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dinilai berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter yang berkontribusi nyata bagi terwujudnya kerukunan umat beragama di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Alkitab memiliki pesan universal yang sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Staf khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar dalam Dialog Kerukunan bersama umat Kristiani, yang diselenggarakan Panitia Natal Nasional 2025 yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
"Alkitab mengajarkan kasih, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai inilah yang sangat relevan untuk membangun karakter bangsa yang rukun dan saling menghargai dalam keberagaman," ujar Gugun dalam keterangannya, Rabu, 14 Januari 2026.
Baca Juga :
Ustaz Das’ad Latif: Isra Miraj Momentum Refleksi Nilai-Nilai Kehidupan"Kerukunan lahir dari perjumpaan, dari dialog, dan dari kemauan untuk saling memahami. Inisiatif seperti dialog kerukunan ini adalah contoh konkret bagaimana umat beragama dapat berjalan bersama menjaga Indonesia," ungkap Gugun.
Ia juga mengapresiasi kontribusi LAI yang selama ini tidak hanya berfokus pada penerjemahan dan penyebaran Alkitab, tetapi juga aktif mendorong nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebangsaan di tengah masyarakat majemuk.
Dialog Kerukunan bersama umat Kristiani. Foto: Istimewa.
Dialog kerukunan ini dihadiri para tokoh Kristiani, pemimpin lembaga keagamaan, akademisi, serta perwakilan lintas sektor. Seluruhnya berkolaborasi membahas peran agama dalam memperkuat persatuan dan karakter bangsa.
Kementerian Agama (Kemenag) berharap dialog lintas iman terus dikembangkan sebagai fondasi kuat dalam menjaga persatuan nasional serta merawat kebinekaan sebagai anugerah bangsa.



