BPOM Minta Sufor S26 Ditarik: Bentuk Kehati-hatian Meski Tak Ditemukan Toksin

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

BPOM meminta PT Nestlé Indonesia menarik sementara produk susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1. Langkah ini diambil sebagai prinsip kehati-hatian menyusul dugaan kontaminasi toksin cereulide pada sejumlah produk Nestlé yang diproduksi di Pabrik Konolfingen, Swiss.

Meskipun berdasarkan hasil pengujian BPOM, pada produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1, tidak terdeteksi racun cereulide.

Merek yang ditarik berdasarkan notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) yakni SMA, BEBA, dan NAN. Ketiga merek ini tidak beredar di Indonesia.

"BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk tersebut," tulis BPOM dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/1).

"Paralel dengan itu, PT Nestlé Indonesia telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM," imbuh BPOM.

Hingga penjelasan ini diterbitkan, belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut.

Racun atau toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable)/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.

Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah/persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.

BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk. Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian/penukaran.

BPOM juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan/mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas.

Respons Nestle

Senada dengan penjelasan BPOM, PT Nestlé Indonesia menegaskan tidak ada kontaminasi bakteri maupun racun pada produk S26 Promil Gold pHPro 1 yang beredar di Indonesia. Berikut penjelasan selengkapnya dari Nestle:

Sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan pernyataan BPOM yang dipublikasikan pada 14 Januari 2026, maka:

Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini.

Nestlé Indonesia tetap berkomitmen pada standar mutu dan keamanan pangan tertinggi, serta menyediakan informasi yang jelas dan transparan kepada orang tua, dan masyarakat luas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mandatori Biodiesel 2026 Tetap Solar B40, B50 Masih Tahap Kajian
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Faomasi Laia Ingatkan Jaksa Soal KUHP Baru, Kasus 2018 Dinilai Tak Sah Dilanjutkan
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Bagaimana Olahraga Dapat Mengurangi Risiko Kanker?
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Jaya Property (JRPT) Perpanjang Periode Buyback Saham 
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Peringatkan Bahaya Tarif AS terhadap Negara yang Berbisnis dengan Teheran
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.