Alasan Prabowo Kumpulkan Rektor hingga Guru Besar di Istana

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor hingga guru besar di Istana, Jakarta. Prabowo ingin menyampaikan perkembangan terkini kondisi negara dan geopolitik, serta rencana besar ke depan.

"Jadi hari ini memang betul ada agenda dari Bapak Presiden. Bukan memanggil ya, ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Pras kepada wartawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menurut Pras, agenda ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Prabowo sepanjang sepekan terakhir yang secara khusus menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan. Pemerintah, kata dia, menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan, seiring dengan upaya mengejar swasembada pangan dan swasembada energi.

"Oleh karena itulah, Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak. Dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah beliau akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden," ujar Pras.

"Kalau saudara-saudara perhatikan, ini bagian dari kemarin dalam satu minggu, betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci," lanjutnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Foto: Eva/detikcom
Baca juga: Prabowo Beri Taklimat ke 1.200 Rektor-Guru Besar Pagi Ini

Pras menegaskan penguatan sumber daya manusia menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, menurut Pras, pertemuan dengan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan ini menjadi bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam membangun kualitas manusia Indonesia ke depan.

"Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia. Pengawakan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan," ucap Pras.




(eva/knv)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Iran Memanas! Trump Provokasi Pendemo, Aksi Unjuk Rasa Iran Mengarah ke Pergantian Rezim?
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
BPBD dan DLH Makassar Perkuat Mitigasi Bencana di Kepulauan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dishub DKI Tegaskan Tak akan Kurangi Pelayanan Transjakarta Meski Ada Efisiensi Anggaran
• 35 menit lalutvonenews.com
thumb
Bank Sentral Korsel Tahan Suku Bunga, Isyaratkan Arah Kebijakan Netral
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Massa Ojol Geser ke Balai Kota, Tagih Janji Pramono Soal PJLP Usia 56 Tahun
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.