JAKARTA, KOMPAS.com - Massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh mulai tiba di area depan gerbang DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah massa buruh dan sebuah mobil jomando berwarna hijau tiba di depan gerbang sekitar pukul 10.55 WIB.
Hujan deras yang sebelumnya sempat memgguyur kawasan Senayan kini sudah mulai mereda. Langit mulai cerah.
Baca juga: Kawal Demo Buruh di DPR, 685 Personel Berjaga Tanpa Senjata Api
Mayoritas massa yang sudah terlihat di depan DPR meliputi kelompok Garda Metal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan merah.
Selain itu, sejumlah massa dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang mengenakan pakaian berwarna biru juga terlihat berkunpul di sisi jalan.
Massa masih terlihat duduk di area pekarangan depan gerbang, sementara terdengar musik-musik penyemangat seperti "Hidup Buruh" dan "Buruh Tani" disetel dari mobil komando.
Para pedagang asongan yang menjajakan dagangannya pun mulai terlihat ramai di area demonstrasi.
Personel kepolisian sudah mulai berbaris dan bersiaga di sisi Jalan Gatot Subroto untuk mengatur arus lalu lintas.
Pada Kamis pagi, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto pun terpantau ramai lancar. Masyarakat dapat melintas dengan kecepatan normal tanpa hambatan.
Baca juga: Jelang Demo Buruh, Lalin Gatot Subroto Ramai Lancar di Tengah Hujan Deras
Estimasi jumlah massa mencapai 500 hingga 1.000 orang.
Dalam aksi kali ini, para buruh membawa empat tuntutan utama yang akan disuarakan kepada wakil rakyat meliputi revisi UMP 2026, revisi SK Gubernur Jawa Barat mengenai UMSK, pengesahan RUU Ketenagakerjaan, dan Penolakan wacana Pilkada melalui DPRD.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, ada total 685 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas di titik-titik demonstrasi akan dilakukan situasional dengan mempertimbangkan jumlah massa di lapangan.
Erlyn mengimbau agar masyarakat menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan," kata dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

.jpg)

