VIVA – Bank bjb secara konsisten menghadirkan beragam solusi perbankan yang dirancang agar mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, khususnya pedagang di pasar tradisional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bank bjb dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membantu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar tradisional dipandang sebagai salah satu simpul penting perputaran ekonomi rakyat dengan potensi besar dalam pengelolaan dana, penyaluran pembiayaan, hingga peningkatan volume transaksi keuangan. Oleh karena itu, kehadiran bank bjb secara langsung di lingkungan pasar menjadi strategi yang efektif untuk menjalin kedekatan dengan para pelaku usaha dan memperluas akses layanan perbankan.
Salah satu program yang tengah dijalankan yaitu bjb Sambang Pasar, bertujan membangun pendekatan yang lebih personal dengan pedagang dan pengunjung pasar. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi, memperkenalkan produk perbankan, serta membuka akses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Pelaksanaan kegiatan bjb Sambang Pasar pertama dilakukan di Pasar Pondok Labu Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB di area Pasar Pondok Labu.
Pasar Pondok Labu Jakarta Selatan memiliki sekitar 698 pedagang aktif. Potensi ini menjadi peluang besar dalam pengembangan kredit UMKM dan produk perbankan lainnya. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan penawaran produk kredit UMKM.
Kegiatan bjb Sambang Pasar dilaksanakan oleh Kantor Wilayah 2 bank bjb sebagai bagian dari strategi pemasaran dan penguatan bisnis di wilayah kerja. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan brand awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank bjb.
Selain itu, bjb Sambang Pasar bertujuan untuk mensosialisasikan berbagai produk dan layanan unggulan bank bjb, khususnya yang mendukung transaksi pedagang dan pembiayaan UMKM. Melalui kegiatan ini, bank bjb mendorong akuisisi nasabah baru serta peningkatan volume transaksi.
Sasaran kegiatan meliputi pedagang dan pengunjung Pasar Pondok Labu Jakarta dan Pasar Citeureup Kabupaten Bogor dengan total estimasi peserta sekitar 300 orang. Segmen ini dipandang memiliki potensi besar dalam pengembangan bisnis ritel dan UMKM.





