Danantara dinilai bakal jadi magnet pelaku bisnis global di WEF Swiss

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan periode 2011-2014 Gita Wirjawan menilai kehadiran Danantara Indonesia dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2026 berpotensi menjadi magnet bagi pelaku ekonomi dan bisnis di tingkat global.

WEF 2026 akan diselenggarakan di Kota Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026, yang rencananya dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, sejumlah menteri bidang ekonomi, serta Danantara Indonesia.

"Danantara akan menjadi magnet utama untuk menyampaikan poin-poin strategis tentang ekonomi dan bisnis Indonesia. Posisi Danantara sebagai pengelola investasi akan menarik perhatian para pelaku bisnis dan investor global," ujar Gita sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2009-2011, WEF merupakan forum penting untuk menyampaikan narasi masa depan ekonomi Indonesia, terutama melalui peran Danantara sebagai institusi pengelola investasi yang berorientasi terhadap kolaborasi domestik, regional maupun global.

Dalam forum ini, lanjutnya, Indonesia tidak hanya berbicara mengenai peluang investasi domestik, namun juga posisi Danantara sebagai mitra strategis dalam alokasi modal lintas negara.

"Forum WEF ini bisa juga menjadi ruang untuk membangun jejaring ekonomi global. Danantara, dengan mandat dan skala pengelolaan investasinya, memiliki daya tawar kuat untuk berdialog langsung dengan pemilik modal dan pelaku usaha dunia," ujar Gita.

Keberadaan Danantara sebagai alokator modal, menurutnya, dapat memberikan sinyal penting bahwa Indonesia siap berkolaborasi secara setara dengan berbagai institusi dan pelaku ekonomi internasional.

Ia menilai narasi ini sejalan dengan praktik yang telah lama dilakukan negara lain, seperti Singapura melalui GIC dan Temasek, yang sukses menjadikan institusi pengelola investasi sebagai pintu masuk kemitraan global, khususnya di sektor inovasi dan teknologi.

Selain itu, ia menilai Danantara bisa berperan strategis dalam menjembatani persepsi global terhadap Indonesia, terutama dengan menerjemahkan ketidakpastian menjadi risiko yang terukur.

"Narasi bahwa Indonesia mengelola modal besar untuk kolaborasi global, inovasi, dan kemakmuran bersama, serta narasi Indonesia ke depan akan lebih baik sangat diperhitungkan di forum tersebut," ujar Chairman Ancora Group tersebut.

Sebelumnya, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief menyampaikan bahwa 2026 menjadi tahun pertama Danantara Indonesia akan menghadiri perhelatan WEF.

"Merupakan kehormatan bagi kami dapat partisipasi dalam WEF. Kami memandang WEF sebagai ruang strategis untuk menjembatani kepentingan dan pembangunan nasional dengan perspektif akses ke modal global, di mana Danantara bisa membangun engagement secara strategis dan terstruktur," ujarnya.

Dalam forum tersebut, Danantara berencana menawarkan kerja sama investasi ke sektor-sektor strategis kepada para investor global, diantaranya terkait dengan transisi energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri yang bernilai tambah.

"Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami, yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan nasional. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan dan pengembangan industri yang bernilai tambah," ujar Al-Arief.

WEF 2026 akan mempertemukan hingga 3.000 peserta dari 130 negara, dengan para peserta meliputi kepala eksekutif dan pemimpin dari perusahaan-perusahaan mitra, bersama dengan kepala negara dan pemerintahan, pejabat publik dari negara-negara G7, G20, BRICS, dan lainnya, serta para pemimpin organisasi internasional.

Baca juga: Danantara: Stimulus-proyek strategis katalis positif pasar saham 2026

Baca juga: Danantara restrukturisasi Himbara lewat penguatan teknologi

Baca juga: Indonesia siap tarik investasi global di World Economic Forum Swiss


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Relawan Kemenkes Gelar Trauma Healing dan Layanan Kesehatan Terpadu untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Capai Rp 1.931 Triliun, Rosan: Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Mendagri Sampaikan Pesan Ini
• 15 jam laludetik.com
thumb
Angin Segar Emiten OASA, TOBA hingga MHKI dari Rencana Groundbreaking Proyek WtE
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nilai Tukar Mata Uang Iran Anjlok, Kerusuhan Berawal dari Krisis Ekonomi
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.