MerahPutih.com - Bos laboratorium narkoba tersembunyi yang beroperasi di kawasan Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara, berinisial C saat ini masih buron di luar negeri.
Polda Metro Jaya dalam kasus ini sebelumnya telah meringkus dua orang tersangka, salah satunya warga negara asing (WNA) asal China.
“Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa kedua pelaku ini dikendalikan oleh seorang pengendali berinisial C yang saat ini berstatus DPO dan berada di luar negeri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada media, Kamis (15/1).
Baca juga:
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, WNA China Ditangkap
15.000 Pods Narkoba Siap EdarSaat penggerebekan di Apartemen Greenbay Pluit, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 30 liter etomidate yang digunakan sebagai bahan baku cartridge vape narkoba.
Berdasarkan perhitungan itu, jika satu cartridge vape etomidate rata-rata berisi 2 mililiter cairan, maka dari total 30 liter cairan etomidate, clandestine lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat.
"Sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” tutur Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit.
Baca juga:
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset
Bahan Baku Diimpor dari IndiaPolisi juga mengungkap fakta menarik dalam kasus ini, yakni alat produksi lab ilegal yang dikirim dari India. Sementara WNA China lainnya, HW, berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.
“Dikirim dari India. Dikamuflase pengiriman paket lewat udara,” tandas Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David. (*)



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F13%2F24531525-bc9a-4429-a6e7-5dbd900b910f_jpg.jpg)

