JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan selama tiga jam dengan 1.200 akademisi, mulai dari rektor, dekan, hingga guru besar dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Mendikbisnastek Brian Yuliarto menyampaikan bahwa diskusi mencakup sejumlah isu, termasuk kondisi geopolitik dunia.
"Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan beberapa hal lainnya yang pertama adalah tentang kondisi dunia," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Januari 2026.
BACA JUGA:HMI Adukan Dugaan Fraud Kredit Rp700 M Bank Syariah 'M' ke Bareskrim Polri
BACA JUGA:Polri Peduli, Beri Pendampingan Psikologis saat 40 Hari Kepergian Alvaro Kiano
Brian mengungkapkan bahwa kondisi geopolitik di dunia saat ini membuat Indonesia harus mampu bertahan sendiri.
Untuk itu, kata dia, Presiden Prabowo Subianto berharap perguruan tinggi bisa menjadi lokomotif sains dan teknologi.
"Kondisi geopolitik bahwa saat ini terjadi pergeseran geopolitik yang cukup signifikan sehingga setiap negara haruslah menjadi negara yang mampu mandiri, mampu survival dan ini tentunya sektor penguasaan sains dan teknologi para perguruan tinggi itu diharapkan menjadi lokomotif," jelasnya.
Menurutnya, perguruan tinggi dan para guru besar merupakan brains of the country yang memiliki tanggung jawab besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Brian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pimpinan perguruan tinggi dan guru besar yang hadir merupakan sosok-sosok terpilih yang dipercaya masyarakat untuk menjadi pemimpin akademik dan pemimpin keilmuan.
BACA JUGA:Polisi Amankan 6 Pak Ogah yang Kerap Pungli di Exit Tol Rawa Buaya!
BACA JUGA:Link Mudik Gratis Lebaran 2026 Banten, Cek Rute, Jadwal dan Syarat Pendaftaran
Karena itu, Brian mengajak kalangan akademisi untuk merefleksikan kontribusi nyata yang telah dan dapat diberikan kepada Indonesia.
“Marilah kita juga merefleksikan diri, apa yang sudah bisa kita berikan kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara,” ujar dia.




