Petani Lingga Panen Dua Ton Cabai

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Paino

TVRINews-Lingga

Produksi Lokal Desa Batu Kacang Siap Pasok Kebutuhan Pasar Jelang Awal Tahun

Sektor pertanian di Kabupaten Lingga menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Budiman, seorang petani di kawasan Dabo Singkep, berhasil mencatatkan produksi cabai keriting sebanyak dua ton dari lahan budidayanya di Kebun Sirih, Desa Batu Kacang.

Keberhasilan panen ini diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasar terhadap pasokan dari luar daerah, seperti Batam dan Sumatra.

Proses pemetikan dari sekitar seribu batang cabai tersebut dimulai pada Kamis 15 Januari 2026 dan diperkirakan berlangsung secara bertahap selama sepekan ke depan.

Kualitas Kesegaran Menjadi Keunggulan

Meski harus bersaing dengan komoditas impor antarpulau, produk lokal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen. 

Budiman mengungkapkan bahwa cabai keriting merah saat ini dibanderol seharga Rp65.000 per kilogram, sementara cabai hijau dijual pada kisaran Rp55.000 per kilogram.

"Harga cabai lokal memang terpaut sekitar seribu rupiah lebih tinggi, namun kualitas dan kesegarannya lebih terjamin karena didistribusikan langsung dari kebun tanpa proses pengiriman yang lama," ujar Budiman saat ditemui di lokasi panen.

Ia menambahkan, faktor kesegaran inilah yang membuat masyarakat lokal lebih memilih produk asli Lingga dibandingkan pasokan yang telah menempuh perjalanan jauh.

Tantangan Biaya Produksi dan Pupuk

Di balik keberhasilan panen tersebut, sektor pertanian di wilayah ini masih menghadapi tantangan struktur biaya yang tinggi. Tingginya harga jual di tingkat petani dipicu oleh mahalnya input pertanian, terutama pupuk.

Budiman menjelaskan adanya disparitas harga pupuk yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan daerah lain di Sumatra. Di Singkep, harga pupuk mencapai Rp850.000 per karung, jauh di atas harga di Jambi yang berada di kisaran Rp600.000.

"Keterbatasan pasokan dan tingginya biaya logistik antarwilayah membuat ongkos produksi melonjak. Hal ini secara otomatis berdampak pada harga jual komoditas di pasar Lingga," pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pahami untuk Meningkatkan Kewaspadaan dan Mitigasi Hadapi Bencana Hidrometeorologi
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kampus yang Meluluskan Nilai, Bukan Sikap
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kata CEO Nestle usai Penarikan Produk Susu Formula Bayi, Minta Maaf Atas Kekhawatiran yang Terjadi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Jokowi Buka Suara Soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana: Restorative Justice Kasus Ijazah?
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Ditopang Laju Saham ADMR, BBRI hingga MAPI
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.