Djarum Foundation melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) menargetkan pembangunan 500 unit rumah baru bagi masyarakat miskin pada 2026. Rumah itu diprioritaskan di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kudus.
Vice Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Budi Harto, mengatakan program RSLH telah berjalan sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan akan terus berlanjut hingga 2029.
"Insyaallah di tahun 2026 ini Pak Menteri (PKP Maruarar Sirait) sebagai laporan kita akan membangun rumah baru untuk masyarakat miskin di Jawa Tengah juga masih rencananya 500 rumah," ujar Budi di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Kamis (15/1).
Budi menjelaskan dari hasil pembahasan internal, Djarum Foundation berkomitmen berkontribusi sebanyak 18.100 unit rumah dari kurun 2025-2029. Kontribusi itu tak seluruhnya berupa pembangunan rumah baru. Budi mengungkapkan dari total rencana tersebut, pembangunan rumah baru hanya sekitar 2.500 unit.
Selebihnya berupa peningkatan kualitas rumah dan perbaikan rumah karyawan. Rinciannya, sebanyak 13.600 unit dialokasikan untuk peningkatan kualitas rumah, sementara sekitar 2.000 unit untuk perbaikan rumah karyawan.
Budi menyampaikan pada 2025, realisasi program Djarum Foundation melampaui target yang telah ditetapkan. Untuk pembangunan rumah baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), target awal sebanyak 350 unit berhasil direalisasikan menjadi 356 unit.
Saat ini, program Rumah Sederhana Layak Huni Djarum Foundation masih difokuskan di Jawa Tengah.
"Jadi rumah yang akan kita bangun tadi sekitar 500 rumah tapi prioritasnya masih di Kudus. Jadi Kudus sendiri yang paling banyak tapi kita juga tahun ini insyaallah akan masuk juga di Wonogiri, kemudian Temanggung, Salatiga, Kabupaten Semarang, Jepara dan juga beberapa daerah lain," terang Budi.
Budi mengungkapkan rumah yang diperbaiki atau dibangun memiliki sejumlah persyaratan, antara lain harus berstatus hak milik dan diprioritaskan bagi keluarga produktif. "Artinya masih punya anak-anaknya," tutur Budi.
Sementara untuk program peningkatan kualitas rumah dan sanitasi, dari target sekitar 2.200 unit, realisasi mencapai 2.903 rumah hingga Desember 2025. Djarum Foundation juga menargetkan perbaikan sanitasi sebanyak 2.600 rumah pada 2026. Sementara untuk perbaikan rumah karyawan, jumlahnya ditingkatkan menjadi sekitar 3.500 unit.





