Dirjen Politik Kemendagri Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita di Bidang Ketahanan Pangan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik, mengajak kepala daerah, bupati, wali kota, dan sekretaris daerah untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

Akmal menjelaskan kebijakan Presiden Prabowo saat ini adalah politik pangan. Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang banyak berkaitan dengan ekonomi pangan karena menyadari betapa pentingnya politik kemandirian pangan bagi Indonesia. Program prioritasnya yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Swasembada Pangan.

BACA JUGA: Merajut Papua dengan Asta Cita Presiden Prabowo

"Apabila membahas kebijakan politik terlalu makro, kali ini saya ingin mendorong fokus satu hal saja yakni, kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan," ujar dia saat membuka Rakornas Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah Guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita di Jakarta, Kamis (15/1).

Menurut Akmal, Indonesia memiliki bonus demografi untuk menyongsong Indonesia Emas Tahun 20245. Untuk itu semua kalangan harus ikut menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang berkualitas dan memahami bagaimana membangun Indonesia dimulai dari diri sendiri untuk menciptakan kemandirian bangsa dengan memulai satu hal yakni ketahanan pangan.

BACA JUGA: Guru Besar UIN Jakarta: Astacita Prabowo Jadikan Kampung Nelayan Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Akmal mengingatkan bahwa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya bagus. Namun celakanya saat ini hampir semua orang lupa melakukan regenerasi budaya agraris kepada generasi penerus, anak-anak bangsa.

Saat ini jumlah petani Indonesia, baik petani maupun peternakan jumlahnya kurang lebih 5,1 juta orang dan mereka semua umumnya adalah orang yang sudah tua.

BACA JUGA: Mbak AF Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi, Bayinya, Astaga

"Indonesia punya potensi bonus demografi anak-anak muda. Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia ,sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan," kata dia.

"Tidak usah muluk-uluk semuanya tetapi 50 persen saja, berarti sekitar 40 juta anak masing-masing diberikan pendidikan sesuatu khusus dari sekolah untuk menanam satu pohon. Dari situ akan tumbuh budaya menanam untuk ketahanan pangan," sambung Akmal.

Akmal berharap setiap kepala daerah dapat berinovasi menciptakan kegiatan bagi anak-anak usia sekolah, sejak dini diajarkan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Akmal menyebut satu contoh sederhana misalnya menanam pohon cabai.

Akmal menjelaskan, harga cabai merupakan salah satu faktor penyumbang inflasi dalam perenomian nasioanal. Untuk itu ketika menteri berkali-kali melaksanakan kegiatan-kegiatan penanganan inflasi termasuk salah satunya bagaimana mengendalikan harga cabai.

"Dalam pikiran saya andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing," kata dia.

Selain itu, kata Akmal, pemerintah menargetkan program MBG mampu menjangkau sebanyak 82 juta penerima manfaat. Untuk itu diperlukan kesiapan pasokan pangan yang menyuplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini juga butuh kreativitas dari kepala daerah di daerahnya untuk menyiapkan bahan pangan untuk Program MBG.

Begitu juga dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Akmal mengatakan, di tiap daerah harus dipikirkan bahwa Kopdes Merah Putih bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di masing-masing wilayahnya. Yakni dengan menyiapkan barang-barang yang bisa disuplai ke Kopdes Merah Putih, lalu dipasarkan ke masyarakat. Sehingga perekonomian rakyat bisa bergerak dengan koperasi. (cuy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendagri & TP PKK Tembus Daerah Terisolir di Aceh Timur, Percepat Salurkan Bantuan


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Audiensi PLN UP3 Makassar Utara dengan Kejari Maros untuk Jalin Sinergitas dan Bangun Kolaborasi
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Pemprov Jateng Siapkan Peta Jalan Swasembada Pangan
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
UIN Jakarta Kukuhkan Tujuh Guru Besar Perkuat Peran Pengembangan Ilmu Integratif | SAPA PAGI
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
BPOM Bantah Kecolongan Soal Susu Formula Nestle yang Terpapar Toksin!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Polri Peduli, Beri Pendampingan Psikologis saat 40 Hari Kepergian Alvaro Kiano
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.