GenPI.co - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta Presiden China Xi Jinping turun tangan sebagai mediator guna membantu menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara.
Lee juga meminta Xi untuk ikut serta meredakan ketegangan yang terus berlangsung antara Korea Selatan dengan Korea Utara.
Menurut Lee, Xi menanggapi dengan menyebut pentingnya kesabaran dalam menangani persoalan Korea Utara.
Lee mengatakan saat ini pihaknya menghadapi kebuntuan komunikasi dengan Pyongyang.
"Kami sedang berupaya, tetapi semua saluran komunikasi kami dengan Korea Utara sepenuhnya terblokir, sehingga tidak ada komunikasi sama sekali,” ujar Lee, dilansir AP News, Rabu (14/1).
China selama ini dikenal sebagai mitra dagang terbesar Korea Utara sekaligus pendukung diplomatik utama.
Korea Selatan dan Amerika Serikat telah berulang kali mendesak Beijing menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Korea Utara agar kembali ke jalur diplomasi atau mengambil langkah menuju denuklirisasi.
Namun, di sisi lain, China juga secara konsisten menyerukan semua pihak agar menahan diri.
Korea Utara hingga kini menolak terlibat dalam dialog dengan Korea Selatan dan AS.
"Peran negara tetangga sangat diperlukan. Kami meminta China untuk memainkan peran tersebut dan China mengatakan akan terus melakukan upaya itu," kata Lee.
Menurut dia, Korea Utara perlu mengambil langkah denuklirisasi secara bertahap dengan imbalan yang sepadan.
Lee menyebut China memiliki pandangan yang sejalan dengan pendekatan tersebut.
"Jika situasi saat ini dibiarkan, hal itu akan merugikan Asia Timur Laut dan seluruh dunia karena senjata nuklir Korea Utara terus diproduksi," ujar Lee. (*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:



