Siap Layani Jemaah, PPIH 2026 Jalani Skrining Kesehatan Ketat di Pondok Gede

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID— Kedisiplinan fisik dan ketahanan kesehatan menjadi syarat mutlak bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026.

Selain wajib mengantongi hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up), para petugas PPIH kini menjalani skrining kesehatan rutin selama masa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang digelar Kementerian Haji dan Umrah RI.

Pemeriksaan rutin ini dilakukan secara mandiri oleh tim internal PPIH dari bidang layanan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH).

BACA JUGA:Pantau Diklat PPIH 2026 di Pondok Gede, Dirjen Bina Haji Pastikan Layanan Terbaik untuk Jemaah: Delivered Services!

Tim ini merupakan salah unsur layanan lainnya dalam PPIH 2026, seperti tim akomodasi, transportasi, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, tim lansia, MCah dan layanan umum.

Anggota tim medis PKPPJH di Kompi C, dr. Ari Budi Santoso, menjelaskan bahwa skrining kesehatan dilakukan secara berkala, terutama saat sesi olahraga pagi dan sebelum latihan fisik berat.

Hal ini krusial mengingat jadwal diklat yang sangat padat, dimulai sejak pukul 04.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya.

"Kami melakukan skrining pra-long march. Setiap Sabtu, petugas menjalani latihan fisik mulai dari jarak 5 kilometer, lalu naik ke 7,5 kilometer, hingga 10 kilometer. Skrining ini bertujuan mencegah risiko kesehatan, seperti hipertensi atau gangguan jantung, agar tidak menjadi masalah saat latihan fisik berlangsung," ujar Ari di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan hasil skrining, tim medis akan mengelompokkan PPIH yang memiliki faktor risiko tertentu.

Mereka yang memiliki resiko, akan diberikan tanda khusus berupa pita.

BACA JUGA:Kartu Nusuk Haji 2026: Syarat Wajib Masuk Arafah, Begini Cara Mengamankannya agar Tidak Hilang

"Tanda pita khusus ini memudahkan tim medis untuk memantau selama kegiatan fisik berlangsung. Jika petugas bertanda khusus terlihat sudah terlalu lelah atau 'ngos-ngosan', tim medis akan segera mengintervensi dan meminta mereka beristirahat. Kami pastikan mereka aman sebelum diizinkan lari," tambah Ari.

Selain pengawasan fisik, tim medis juga meningkatkan edukasi protokol kesehatan di lingkungan asrama.

Hal ini dilakukan menyusul munculnya keluhan influenza di tengah padatnya aktivitas komunitas petugas.

Ari menekankan pentingnya penerapan kembali protokol kesehatan, untuk memutus rantai penularan virus di "barak", karena nantinya diharuskan memiliki performa prima dalam melayani jemaah haji.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPAI Catat 2.031 Kasus Pelanggaran Hak Anak di 2025, Pelaku Terbanyak Ortu
• 1 jam laludetik.com
thumb
AS Sebut Ingin Berunding dengan Kuba untuk Tinggalkan Komunis
• 18 jam laluidntimes.com
thumb
Foto: Keluarga Tahanan Venezuela Desak Bukti Hidup dan Pembebasan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Folago Global Nusantara (IRSX) Incar Dana Rp3,71 Triliun Lewat Rights Issue
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Kementerian LH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Triliun Terkait Bencana Sumatera
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.