Setiap lima menit, Jafar, sukarelawan penjaga perlintasan, menghentikan pesepeda motor yang melintas di perlintasan rel kereta kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/1).
Jafar berdiri di tengah perlintasan untuk mengatur lalu lintas kendaraan yang melintas. Ia dan warga lainnya berjaga bergiliran selama dua jam sehari.
Dari menjaga perlintasan, Jafar mengaku mendapat upah dari pengendara yang memberikan seikhlasnya.
"Sekali jaga dapet Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu," kata Jafar.
Perlintasan di kawasan Kebon Melati diketahui belum dilengkapi dengan palang pintu perlintasan. Demi mencegah kecelakaan, warga sekitar berjaga secara bergantian.





