Percepat Pendirian Kopdes di Desa Wisata, Kemenpar-Kemenkop Teken PKS

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) dengan  Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam mendorong percepatan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di desa-desa wisata.

Penandatanganan tersebut diwakili  Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, dan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (14/1/2025).

Baca Juga: Menko Airlangga Optimis Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke Depan

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto. mengatakan langkah ini dilakukan untuk memberikan dampak ekonomi yang luas, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

“Kami menegaskan komitmen bahwa pengembangan destinasi pariwisata harus mampu memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan koperasi sebagai pilar peningkatan ekonomi rakyat di tingkat desa,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Kamis (15/1).

Hariyanto menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus melampaui penguatan infrastruktur dan daya tarik semata. Pengembangan destinasi, menurutnya, perlu secara langsung memperkuat ekonomi masyarakat melalui kelembagaan usaha rakyat yang kokoh, salah satunya koperasi.

PKS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Bersama yang telah ditandatangani sebelumnya antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi terkait pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mendukung optimalisasi sektor pariwisata nasional.

Melalui kerja sama ini, Kemenpar, khususnya Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, akan menyiapkan data dan informasi potensi destinasi pariwisata, terutama desa wisata, kampung wisata, serta komunitas dan kelompok pariwisata. Data tersebut akan menjadi dasar pengembangan usaha koperasi yang relevan dengan karakter dan keunggulan lokal.

Kerja sama ini juga mencakup pendampingan pengembangan produk pariwisata yang dikelola koperasi, baik berupa produk wisata maupun produk pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan penguatan sarana dan prasarana pendukung agar koperasi memiliki fondasi usaha yang kuat dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama turut meliputi penentuan lokus kegiatan, penyusunan rencana kerja bersama, serta pembentukan tim kerja terpadu lintas kementerian.

“Kami meyakini sektor pariwisata, khususnya destinasi dan infrastruktur, akan semakin kuat melalui komitmen dan penguatan bersama Kementerian Koperasi. Termasuk dalam mengawal Proyek Strategis Nasional pengembangan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Hariyanto.

Pandangan senada disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus. Ia menilai pariwisata merupakan sektor strategis yang memiliki daya ungkit besar bagi kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal melalui koperasi.

“Bukan sekadar mendorong, tetapi bagaimana sektor pariwisata melalui koperasi dapat benar-benar menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Panel Barus berharap PKS ini dapat mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadikan pariwisata sebagai bisnis utama, khususnya di desa-desa wisata.

“Yang kita dorong adalah transformasi Pokdarwis menjadi lembaga usaha rakyat yang formal dalam bentuk koperasi. Koperasi bukan sekadar kelompok, melainkan badan usaha yang memiliki akses pembiayaan dan kapasitas bisnis untuk tumbuh,” kata Panel Barus.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhut Moratorium Penebangan-Pengangkutan Kayu Buntut Bencana Sumatera
• 14 jam laludetik.com
thumb
Video: Trump Tegaskan AS Butuh Greenland, Ragukan Kemampuan Denmark
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jan Maringka Tanggapi Jawaban JPU Atas Eksepsi Terdakwa Haji Halim
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Ini Peran Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman yang Dicurigai KPK dalam Kasus Korupsi Haji
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini Pilihan Mobil LCGC Bekas Harga Rp50 Jutaan
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.