Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menilai percepatan rehabilitasi pascabencana di sektor keagamaan menjadi sangat mendesak, seiring semakin dekatnya bulan Ramadhan.
Hal tersebut disampaikan Pratikno saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/1).
Pratikno mengatakan, pemulihan infrastruktur keagamaan seperti masjid dan musala yang rusak harus menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan perlengkapan ibadah bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
“Kemudian selain itu adalah hal lain adalah sektor keagamaan. Ini menjadi penting sekali karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan. Percepatan infrastruktur di masjid-masjid yang rusak ya, musala dan lain-lain. Kemudian bantuan untuk perlengkapan ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan memiliki urgensi yang medesak.
“Jadi sekali lagi, menjelang bulan Ramadhan apalagi ini menjadi sangat mendesak,” tegasnya.
Terlebih di daerah terdampak bencana seperti Aceh yang memiliki tradisi keagamaan kuat.
“Termasuk tradisi Meugang ya Pak Gub ya, di Aceh? Itu tradisi Meugang H-2 Ramadhan dan H-2 Idul Fitri begitu Pak Gub ya?” ujarnya.
“Jadi itu juga sudah kita bicarakan bagaimana dukungan untuk masyarakat terdampak, terutama di Aceh yang punya tradisi kuat tradisi Meugang pada menjelang Ramadhan dan menjelang Idul Fitri,” tambahnya.
Selain sarana ibadah, Pratikno juga mendorong percepatan penetapan lokasi (Penlok) untuk sekolah-sekolah yang rusak total. Ia menyarankan skema cash for work atau padat karya tunai di sektor pendidikan guna meningkatkan perputaran uang dan likuiditas di tengah masyarakat terdampak.
"Pembangunan gedung pendidikan ini penting sekali memenuhi standar struktur tahan gempa dan banjir dan menghindari lokasi rawan bencana," pungkasnya.





