FAJAR, MAKASSAR— Transformasi promosi pariwisata Kota Makassar menuju ekosistem digital terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga Bank Sulselbar menilai kehadiran Lontara Plus sebagai jawaban atas kebutuhan packaging digital pariwisata yang selama ini masih berjalan secara konvensional dan terpisah-pisah.
Peluncuran fitur pariwisata pada aplikasi super apps milik Pemerintah Kota Makassar tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mengubah pola promosi wisata, dari promosi satu arah berbasis brosur fisik, menuju promosi digital terintegrasi yang mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan perilaku wisatawan masa kini.
Dalam forum diskusi peluncuran Lontara Plus, para pelaku industri sepakat bahwa perubahan karakter wisatawan khususnya wisatawan milenial, Gen Z, hingga budget traveler menuntut kehadiran platform digital yang mampu menyajikan destinasi, atraksi, paket wisata, hingga informasi kuliner dalam satu aplikasi.
Ketua ASITA Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba, menyampaikan bahwa Lontara Plus sangat membantu industri perjalanan wisata dalam menyusun dan memperbarui paket wisata berbasis digital yang sesuai dengan target pasar.
“Ini bukan hanya membantu masyarakat, tapi kami di industri juga sangat terbantu. Packaging wisata sekarang harus digital. Bahkan kami juga dititipkan Pak Wali agar paket wisata memasukkan unsur budaya, sport tourism, wellness tourism, hingga muslim friendly tourism, yang memang on target dengan karakter wisatawan yang datang ke Makassar,” katanya.
Menurut Didi, wisatawan saat ini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga atraksi dan pengalaman yang bisa dipilih secara cepat berdasarkan waktu kunjungan yang terbatas.
Kehadiran Lontara Plus dinilai memudahkan wisatawan menentukan aktivitas, sekaligus memudahkan travel agent dalam menyusun paket wisata yang tepat sasaran.
Ia menegaskan, ASITA siap mengambil peran aktif dalam menyosialisasikan dan mempromosikan aplikasi Lontara Plus, baik kepada mitra travel agent, wisatawan domestik, hingga pasar mancanegara.
“Ke depan, ini bukan lagi soal brosur fisik. Aplikasi Lontara Plus akan kami bawa keluar daerah bahkan ke luar negeri. Travel agent akan lebih mudah mempromosikan Makassar dan sekitarnya dalam konsep ‘Makassar and Beyond’,” ujarnya.
Dukungan kuat juga disampaikan Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, yang menilai Lontara Plus berpotensi membuka diferensiasi market baru bagi industri perhotelan di Makassar.
Selama ini, tingkat hunian hotel masih didominasi segmen MICE pemerintah dengan porsi sekitar 55 hingga 65 persen.
“Hadirnya Lontara Plus akan menstimulus market-market baru. Dunia sekarang serba digital, orang ingin melihat wajah Makassar lewat aplikasi paket wisatanya, kulinernya, dan aktivitasnya. Selama ini kita terlalu konvensional dalam mempromosikan potensi yang kita miliki,” kata Anggiat.
Ia menilai pendekatan promosi multi-arah yang dihadirkan melalui Lontara Plus jauh lebih relevan dengan tantangan industri saat ini, khususnya di tengah kebijakan efisiensi yang berdampak signifikan terhadap sektor perhotelan.
“Ini extra effort dari pemerintah untuk memicu orang datang ke Makassar. Ke depan, bukan hanya MICE, tapi free individual traveler juga akan semakin banyak,” tuturnya.
Dari sisi perbankan, Bank Sulselbar juga menyatakan kesiapan mendukung penguatan Lontara Plus melalui strategi promosi konkret dan insentif transaksi.
Promosi tersebut mencakup kolaborasi dengan influencer lokal, branding di ruang-ruang strategis, hingga pemberian diskon khusus bagi pengguna aplikasi.
“Kita bisa menggandeng influencer Makassar, pasang banner di bandara dengan tagline ajakan download Lontara Plus, serta memberikan diskon tiket wisata atau hotel bagi pengguna aplikasi yang bertransaksi menggunakan layanan Bank Sulselbar,” kata Direktur Pemasaran PT Bank Sulselbar Dirhamsyah Kadir.
Selain itu, Bank Sulselbar juga membuka peluang integrasi promo hotel dan destinasi wisata melalui sistem pembayaran digital, termasuk QRIS dan mobile banking.
Skema diskon khusus dinilai mampu mendorong peningkatan jumlah unduhan sekaligus transaksi di dalam aplikasi.Promosi aplikasi juga direncanakan menyasar sektor perhotelan melalui pemanfaatan hospitality TV di dalam kamar hotel.
PHRI menyatakan siap mendukung penyebaran informasi Lontara Plus agar dapat diakses langsung oleh wisatawan yang menginap di Makassar.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muh Roem, mengungkapkan bahwa upaya digitalisasi promosi pariwisata mulai menunjukkan hasil.
Di tengah kondisi low season, Makassar tercatat telah menerima kunjungan wisatawan mancanegara dari Thailand dan Korea.
“Walaupun jumlahnya masih sedikit dan ini low season, tapi ini menunjukkan adanya segmen baru yang mulai masuk,” katanya.
Pemerintah Kota Makassar berharap kolaborasi antara pemerintah, industri pariwisata, perhotelan, dan perbankan melalui Lontara Plus dapat memperkuat daya saing pariwisata Makassar secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).(an)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453249/original/070393900_1766473120-WhatsApp_Image_2025-12-23_at_13.54.25.jpeg)


