Rosan Buka Suara soal Danantara Disebut Mau Bikin BUMN Tekstil Senilai Rp 101 T

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, buka suara soal rencana Danantara membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus bidang tekstil dengan nilai investasi USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.

Rosan mengatakan, seluruh investasi Danantara untuk berbagai sektor harus melalui kajian dan uji kelayakan (feasibility study) dengan berbagai parameter, termasuk dari sisi penciptaan lapangan pekerjaan meskipun profitabilitasnya rendah.

"Kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi. Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi pencapaian kita lapangan pekerjaan itu sangat besar," jelasnya usai konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025, Kamis (15/1).

Rosan, yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, menyatakan bahwa pemerintah melihat potensi industri tekstil meskipun banyak aset bermasalah (distressed aset).

Meskipun demikian, dia tidak menjelaskan lebih lanjut kaitannya dengan rencana pemerintah menyelamatkan proses restrukturisasi PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang sudah ditetapkan pailit.

"Kita melihat potensi-potensi yang ada saja, apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distressed asset. Kita lihat, selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal," jelas Rosan.

Selama ini, kata Rosan, Danantara melakukan penyehatan kepada perusahaan BUMN, tidak hanya dari sisi permodalan, namun secara keseluruhan termasuk kepastian pasar atau offtaker.

Kendati begitu, dia belum bisa memastikan apakah pembentukan perusahaan tekstil tersebut berbentuk BUMN baru atau Danantara hanya berinvestasi pada perusahaan yang bersangkutan.

"Kita masih lihat opsi-opsinya. Belum (definitif)," pungkas Rosan.

Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia akan memiliki BUMN baru khusus untuk tekstil. Danantara menyiapkan pendanaan sebesar USD 6 miliar. Hal ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat pada Minggu (11/1) di Hambalang, Bogor.

“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan USD 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” kata Airlangga ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1).

“Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan kembali,” jelas Airlangga lebih lanjut ketika ditanya apakah BUMN yang dimaksud adalah BUMN baru atau menghidupkan BUMN tekstil yang sudah ada.

Dalam rapat di Hambalang, Airlangga menuturkan salah satu bahasannya adalah terkait sektor terdepan yang paling berisiko terkena tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS). Dari situ, sektor tekstil merupakan sektor yang memiliki risiko tinggi.

Selain itu, Airlangga juga mengungkap saat ini pemerintah sudah membuat roadmap terkait peningkatan ekspor tekstil. Adapun pemerintah menarget ekspor tekstil meningkat dari USD 4 miliar menjadi USD 40 miliar dalam 10 tahun.

"Garis terdepan dalam trade tarif itu adalah yang risiko tertinggi itu di sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, garment, dan elektronik. Nah terhadap industri ini Bapak Presiden minta defensif posisi kita seperti apa termasuk untuk mencarikan pasar-pasar yang baru dan salah satu kan dari EU-CEPA itu, tapi masih efektif di tahun 2027,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Begini Asal Mula Nama Jalan Palmerah yang Ternyata Berakar dari Masa Kolonial
• 12 jam laluinsertlive.com
thumb
DPR: IKN Sudah Punya Rusun untuk 15 Ribu Orang, Mubazir Kalau Tidak Ditempati
• 11 jam lalufajar.co.id
thumb
Tolak Pilkada via DPRD, Said Iqbal: Menurut Keyakinan Buruh, Suara Bisa Dibeli
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pulau Makassar Terancam Gelombang Tinggi, BPBD–Polres Pelabuhan Perketat Pengamanan Laut
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Korban Dugaan Penipuan Investasi Timothy Ronald Bisa Bertambah
• 23 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.