JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto buka suara soal dugaan perundungan atau bullying yang dilakukan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) di RSUP M. Hoesin.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan rektor Unsri terkait hal ini.
BACA JUGA:Bacaan Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab 1447 H/2026, Ini Waktu Membaca dan Cara Mengamalkannya
BACA JUGA:Link Live Streaming Drawing Piala AFF 2026 Gratis, Potensi Indonesia Masuk Grup Neraka
"Nanti kita lihat. Saya sudah koordinasi dengan rektor Unsri," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia memastikan setiap pelanggaran akan ditindak tegas oleh pihak kampus.
"Tentu setiap pelanggaran akan ada tindakan-tindakan mendisiplinkan saya rasa teman-teman di Unsri sudah mulai melakukan," ungkapnya.
Sebagai informasi, aksi perundungan dan pemerasan terjadi di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya Palembang (Unsri) oleh seniornya viral di media sosial. Korban bahkan sampai mundur dan melakukan percobaan bunuh diri.
BACA JUGA:Manchester United Bidik ‘Paul Pogba' Baru Senilai Rp491 Miliar, Maguire Bakal Khianati Carrick
BACA JUGA:Lirik Lagu Satu Malam di Bulan Rajab untuk Peringatan Isra Miraj 2026
Kasus itu terungkap dari unggahan akun Instagram @medicstory.id. Akun itu dengan lantang menceritakan informasi dari seorang residen junior yang tak tahan dengan perlakuan dari seniornya.
Perundungan dialami korban berupa pemaksaan untuk membiayai hidup mewah pribadi seniornya, mulai dari uang semesteran, clubbing dan party, alat olahraga, sewa padel, sepeda dan club sepeda bola senior, membeli skincare, hingga harus menanggung makan dan minum senior.
Tidak hanya itu, peserta PPDS juga harus membelikan tiket pesawat dan tiket konser untuk senior, biaya sewa rumah dan indekos, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior, antar jemput anak senior, membelikan alat kesehatan, dan harus memenuhi kebutuhan mewah lainnya.
Terkait hal ini, Universitas Sriwijaya (Unsri) menjatuhkan sanksi tegas berupa Surat Peringatan (SP) 2 dan penundaan wisuda kepada pelaku perundungan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) spesialis mata berinisial OA.
BACA JUGA:Humanis, Polisi Bagikan Air dan Snack Pada Massa Aksi Buruh di Gedung DPR
- 1
- 2
- »



