Murmansk-BN: Jammer Canggih Rusia di Balik Rontoknya Starlink Elon Musk di Langit Iran

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Iran dilaporkan memanfaatkan teknologi militer Rusia berupa perangkat pengacau sinyal khusus yang sukses mengganggu 80 persen lalu lintas unggah dan unduh Starlink di negara itu.

Gangguan ini menargetkan sinyal GPS yang diandalkan oleh terminal Starlink untuk terhubung dengan satelit.

Baca Juga :
Iran Bantah Jatuhkan Hukuman Mati ke Pendemo Anarkis
Emas dan Perak Kompak Perpanjang Reli, Konflik Iran-AS Dongkrak Permintaan Safe Haven

Sementara itu, beberapa unggahan di media sosial memaparkan teknologi militer Rusia yang dipakai Iran, di antaranya Murmanks-BN.

Murmansk-BN electronic warfare system (EWS) lengkapnya, secara khusus disiapkan untuk menghadapi serangan jet tempur stealth F-35 Lightning II.

Mengutip situs Ram Reports, Iran telah menggelar beberapa sistem peperangan elektronik jarak jauh buatan Rusia, termasuk Murmansk-BN, di lokasi-lokasi strategis di seluruh negeri.

Murmansk-BN diklaim sebagai salah satu sistem jammer terkuat Rusia, perangkat ini dapat melakukan pengintaian radio, mencegat, dan menekan sinyal musuh di seluruh jangkauan gelombang pendek, dengan jangkauan operasional hingga 5.000-8.000 kilometer.

Murmansk-BN electronic warfare system juga dapat dikerahkan dalam 72 jam, komponen perangkat ini mencakup beberapa tiang antena yang dipasang di kendaraan yang menggunakan platform truk dan trailer Kamaz, yang masing-masing punya panjang 32 meter, dan dapat meng-cover area seluas 640.000 km persegi.

Murmansk-BN electronic warfare system bukan hanya sistem peperangan elektronik (EW) terkuat di militer Rusia, tetapi juga salah satu yang tercanggih di dunia.

Sistem ini dapat mengganggu dan mencegat sinyal radio, GPS, komunikasi, dan sistem satelit musuh, sehingga membuat amunisi “pintar” dan sistem drone menjadi buta alias tidak efektif.

Murmansk-BN adalah sistem peperangan elektronik yang dikembangkan oleh perusahaan Rusia KRET, yang ditujukan untuk pengacauan komunikasi jarak jauh.

Sistem ini mulai digunakan pada 2014 dan dirancang untuk mengganggu (jamming) komunikasi satelit militer dengan frekuensi tinggi milik NATO dan Amerika Serikat (AS).

Sistem tersebut dianggap sebagai jammer terkuat Rusia saat ini dan telah diekspor ke negara Sekutu seperti Iran.

Laporan Forbes menyebut pendekatan "kill switch" yang dilakukan Iran menelan biaya US$1,56 juta atau Rp24 miliar per jam.

Baca Juga :
Krisis Ekonomi di Balik Gelombang Protes Iran, Daya Beli Runtuh hingga Angka Pengangguran Tinggi!
Trump: Denmark Tak Bisa Diandalkan Lindungi Greenland dari Ancaman China dan Rusia
Italia, Jerman hingga Spanyol Imbau Warganya Tinggalkan Iran

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Spesifikasi ZTE Nubia RedMagic 11 Pro dan Pro+, Peringkat 1 Skor Antutu Dunia
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Anak di Karawang Diduga Diculik: Ternyata Sembunyi di Lemari, lalu Terkunci
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Mau Tambah Beasiswa LPDP 80%, Khusus dalam Bidang STEM
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Rawan Bencana, UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir untuk Warga Bener Meriah Aceh
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
India Open 2026: Jojo Susah Payah Redam Perlawanan Wakil Jepang
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.