Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra mengimbau warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia di wilayah Australian Capital Territory (ACT) dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul temuan peledak rakitan atau bom pipa (pipe bombs) di sekitar Lake Ginninderra, kawasan Belconnen.
Imbauan tersebut disampaikan KBRI Canberra dengan merujuk pada rilis resmi Kepolisian ACT terkait penemuan bahan peledak rakitan di area antara Joynton Smith Drive dan Ginninderra Drive. Meski belum ada laporan korban, otoritas setempat masih melakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi.
“KBRI Canberra mengimbau seluruh WNI dan diaspora Indonesia di ACT dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar area tersebut,” tulis KBRI Canberra dalam pernyataan resminya di media sosial dikutip Kamis (15/1).
KBRI juga meminta WNI untuk segera menjauh dari lokasi apabila menemukan benda atau orang yang mencurigakan.
“Jika menemukan benda atau orang mencurigakan, segera tinggalkan lokasi dan laporkan ke polisi melalui 000,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, WNI diminta terus memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi dari otoritas setempat dan media tepercaya. Dalam kondisi darurat, KBRI Canberra mengingatkan agar WNI tidak ragu menghubungi layanan darurat Australia atau hotline KBRI.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui siapa pelaku di balik temuan bom rakitan tersebut maupun bagaimana kronologi penemuannya.




