Bali Alami Curah Hujan Tertinggi Selama 70 Tahun Terakhir 

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Sugiarta

TVRINews, Denpasar 

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Bali dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang tercatat sebagai yang tertinggi dalam kurun waktu 70 tahun terakhir. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali memastikan bahwa dampak banjir tersebut masih dapat dikelola dengan baik.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, berdasarkan data klimatologi yang dimiliki pemerintah daerah, intensitas curah hujan sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, jumlah curah hujan tahun ini disebut melampaui rekor dalam tujuh dekade terakhir.

Salah satu indikatornya terlihat dari peristiwa banjir di kawasan Tukad Badung pada September 2025 lalu. Saat itu, curah hujan tercatat mencapai 390 milimeter dalam satu hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata curah hujan harian sebelumnya yang umumnya berada di bawah 100 milimeter.

“Data ini menunjukkan bahwa curah hujan tahun 2025 memang sangat ekstrem dan tidak biasa,” kata Wayan Koster, Rabu, 14 Januari 2026.

Koster menambahkan, fenomena cuaca ekstrem tersebut tidak lepas dari pengaruh siklus alam jangka panjang, termasuk pergerakan gelombang siklon dan dinamika atmosfer global. Kondisi ini juga sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya menyebutkan bahwa wilayah Indonesia, termasuk Bali, berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan akibat anomali iklim dan perubahan pola cuaca regional.

Meski demikian, Gubernur Bali menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan penanganan untuk meminimalkan dampak banjir, mulai dari pengelolaan sungai, sistem drainase, hingga kesiapsiagaan aparat dan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Menurut Koster, kondisi cuaca saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Meskipun curah hujan masih tergolong tinggi, intensitasnya tidak setinggi yang terjadi pada September 2025 lalu.

“Sekarang hujan masih ada, tapi sudah tidak seekstrem beberapa bulan sebelumnya. Situasinya berangsur membaik,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah musim hujan, serta mengikuti informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Carlos Pena Soal Target Persita di BRI Super League 2025/2026: Kami Tim Rendah Hati Tapi Ambisius
• 12 jam lalubola.com
thumb
Baru Juara Piala Super Spanyol, Toni Kroos Ragukan Barcelona Juara Liga Champions Musim ini
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Pidie Jaya Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 28 Januari 2026
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Mconnect Perluas Akses Internet ke Wilayah Terisolir Bali, Dorong Pemerataan Konektivitas Digital
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Tarif Cukai Rokok Rumit! Industri Sulit Tumbuh, Setoran ke APBN Seret
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.