Mengapa Thailand Kini Disebut Tailan? Begini Penjelasannya

insertlive.com
2 jam lalu
Cover Berita

Publik digemparkan dengan perubahan nama negara Thailand dalam bahasa Indonesia. Penyebutan negara itu berubah menjadi Tailan berdasarkan dokumen eksonim yang merupakan hasil kesepakatan Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Bahasa, dan ahli linguistik Universitas Indonesia (UI).

Ramai menjadi perbincangan di media sosial, BIG pun memberikan penjelasan terkait perubahan nama ini. BIG membenarkan bahwa sudah ada dokumen eksonim yang membuat Thailand kini disebut sebagai Tailan dalam bahasa Indonesia.

Bukan sembarang dokumen yang mengubah nama, dokumen eksonim juga berisi tentang pembaharuan standarisasi penamaan nama negara dunia yang didaftarkan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) pada tahun 2025.

Mengapa Penyebutan Thailand Menjadi Tailan?

Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengupayakan penggunaan bahasa Indonesia ke tingkat global. Salah satu upaya yang dilakukan, adalah dengan peresmian penggunaan bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 lalu.

Menurut studi 'Pembakuan Eksonim Sebagai Bagian dari Langkah Strategis Internasionalisasi Bahasa Indonesia' karya Umrotun Nida, ada konsekuensi yang muncul dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.

Proses ini terjadi di era globalisasi yang memungkinkan masyarakat Indonesia untuk terpapar berbagai bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Oleh karena itu, penggunaan eksonim memerlukan perhatian.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksonim didefinisikan sebagai bentuk asing untuk nama geografis. Hal ini bisa dicontohkan dengan Penang untuk Pulang Pinang di Malaysia.

Sementara UNGEGN merupakan kelompok ahli yang bertugas untuk melakukan standarisasi penamaan geografis di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN.

Mereka mendefinisikan eksonim sebagai suatu nama yang digunakan dalam bahasa tertentu khusus untuk bidang geografis.

Penamaan tersebut ditujukan untuk suatu wilayah geografis yang terletak di luar area lokasi bahasa itu digunakan. Bentuk penamaan ini berbeda dengan bahasa resmi ataupun daerah di mana fitur geografis itu berada.

Hal ini bisa dicontohkan dengan penyebutan Belanda untuk penutur bahasa Indonesia dan Netherlands untuk internasional, serta Inggris untuk England dan Amerika Serikat untuk United States of America.

Pada dokumen eksonim terbaru, Indonesia telah menyusun revisi nama-nama negara dan ibu kota negara sejak tahun 2019, tetapi daftar itu kembali diperbaharui pada tahun 2024.

Pembaruan dokumen eksonim pun dilakukan dengan tujuan memastikan bahwa representasi nama negara di seluruh dunia bisa akurat dan konsisten. Nama ini kemudian menjadi standar untuk berbagai konteks resmi, seperti catatan pemerintah hingga korespondensi kenegaraan.

"Penyebutan eksonim tersebut, menunjukkan kemampuan bahasa Indonesia dalam proses standarisasi serta adaptasi dalam mengadopsi elemen internasional sehingga memperkuat posisinya sebagai bahasa yang mampu bersaing di kancah global," kata Umrotun Nida dalam studi yang sama.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Pukul 11 Malam hingga 5 Pagi
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Relawan Temukan Dompet hingga Hp saat Cari Pendaki Syafiq Ridhan Ali yang Hilang di Gunung Slamet
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Bukan Michael Carrick, Ini 3 Pelatih Ideal Manchester United Versi Gary Neville: Siapa Paling Cocok Bangkitkan Setan Merah?
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Daftar Negara yang Desak Warga Tinggalkan Iran dan Jauhi Pangkalan Militer
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.