BPS Terjunkan Ratusan Mahasiswa Polstat STIS untuk Pendataan Pascabencana di Sumatra

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dukungan data guna percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Sebagai bagian dari langkah nyata tersebut, BPS memberangkatkan mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) untuk melaksanakan pendataan lapangan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Keberangkatan para mahasiswa ini dilepas secara resmi oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Pelepasan ini merupakan tahap kedua setelah sehari sebelumnya sebanyak 120 mahasiswa telah diberangkatkan terlebih dahulu.

Pada tahap kali ini, kembali diberangkatkan 120 mahasiswa menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara. Secara keseluruhan, terdapat 240 mahasiswa yang berangkat menggunakan pesawat Hercules, sementara sisanya diberangkatkan secara bertahap menggunakan pesawat komersial hingga total mahasiswa yang diterjunkan mencapai 510 orang.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi beserta jajaran pimpinan BPS lainnya. Turut hadir dan memberikan sambutan dalam agenda tersebut Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi.

Keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari kontribusi BPS dalam menyediakan data pascabencana yang cepat dan akuntabel. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, BPS berperan sebagai koordinator bidang pengelolaan data dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam.

”Pendataan ini merupakan wujud kontribusi mahasiwa, tidak hanya untuk keilmuan tetapi juga kepada masyarakat. Sekaligus, ini akan menjadi tulang punggung penyediaan data untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia saat menyampaikan pesannya kepada mahasiswa.

Tugas lapangan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini juga diintegrasikan dengan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 Polstat STIS.

”Pekerjaan ini adalah mulia dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Jaga kesehatan dan berbaik-baiklah dengan lingkungan,” pesan Erwin Sugiandi kepada para mahasiswa yang akan bertugas.

Selain 510 mahasiswa yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat serta jajaran pegawai BPS di tingkat kabupaten/kota di wilayah terdampak. Para mahasiswa akan bertugas sebagai enumerator lapangan untuk mendata rumah tangga terdampak, kondisi fisik rumah, serta kerusakan infrastruktur.

Metode pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga dan pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan berbasis foto dan titik koordinat atau geotagging. Data yang terkumpul nantinya akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), data pemerintah daerah, serta data BNPB. Hasil akhirnya akan menjadi dasar bagi Satgas dalam menyusun langkah rehabilitasi agar program pemulihan tepat sasaran.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Badai di Gunung Slamet, Evakuasi Jasad Syafiq Ali Dilanjutkan Hari Ini
• 14 jam laludetik.com
thumb
Borong Piala! Tim Pertamina Berjaya di Kompetisi Inovasi Global IPITEX 2026
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Candi Palgading dan Tantangan Pelestarian di Tengah Laju Permukiman Sleman
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Petinggi PBNU Bantah Terima Duit Kasus Kuota Haji, KPK Kantongi Bukti
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Denada Dijelaskan Guru Besar Hukum: Penelantaran Anak Lebih Masuk Perdata
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.