JAKARTA, KOMPAS.TV - Salat Jumat yang bertepatan dengan tanggal 16 Januari 2026 menjadi momen yang istimewa bagi umat Islam karena bertepatan pula dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Khotbah Jumat pada hari ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali makna spiritual dari perjalanan Isra Mikraj, bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai penguat keimanan dan pengingat akan pentingnya salat sebagai tiang agama.
Melalui khotbah ini pula, jemaah diajak merenungi nilai-nilai ketaatan, pengorbanan, dan keyakinan yang diteladankan oleh Rasulullah dalam menjalani ujian dakwah yang tidak mudah.
Berikut khotbah Jumat 16 Januari 2026 tentang Makna Vertikal dan Horizontal Peristiwa Isra Mikraj, dikutip dari simbi.kemenag.go.id.
Baca Juga: Doa Malam 27 Rajab 1447 Hijriah untuk Amalan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw
Khotbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا قَيِّمًا . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِ المُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ المَحْبُوبُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ قَالَ فِي كِتَابِهِ العَزِيزِ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وَقَدْ قَالَ : سُبْحَنَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِي بَرَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ وَايَتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ .
Hadirin jemaah salat Jum’at yang berbahagia, pada kesempatan ini, khatib ingin mengingatkan kita semua untuk senantiasa meningkatkan takwa dengan mematuhi segala perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya, seraya meneladani Baginda Nabi Muhammad saw sebagai penyampai risalah dan teladan sempurna, agar kita kelak dipertemukan dalam kebahagiaan abadi di jannah-Nya.
Jemaah yang Allah Swt muliakan, sebagai sebuah peristiwa yang bersejarah dalam Islam, Isra Mikraj mendapatkan tempat yang istimewa di hati para pemeluknya. Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam menjadikan tanggal yang dianggap bertepatan dengan peristiwa Isra Mikraj sebagai hari libur nasional dan sekaligus momentum untuk menggelar berbagai acara peringatan. Isra Mikraj menjadi peristiwa penting karena memuat perjalanan lintas dimensi yang dialami Nabi Muhammad saw ketika “berjumpa” dengan Allah Swt dan menerima syariat salat.
Al-Qur’an merekam peristiwa historis ini secara jelas pada ayat pertama surat Al-Isra, surat ke-17 dalam susunan mushaf Al-Qur’an. Surat ini juga diberi nama Al-Isra, sebagai penanda bahwa surat ini memuat kisah yang berkaitan dengan peristiwa Isra Mikraj. Allah Swt berfirman pada Q.S. Al-Isra [17]: 1:
سُبْحَنَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِي بَرَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ وَايَتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.
"Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Baca Juga: Bagaimana Peristiwa Isra Mikraj Terjadi? Berikut Uraian Perjalanan Mukjizat Nabi Muhammad SAW
Secara literal, ayat ini mengurai kemahakuasaan Allah Swt yang menganugerahkan kepada Nabi-Nya, Muhammad saw dengan perjalanan malam yang begitu panjang namun singkat.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- khotbah jumat
- 16 januari 2026
- peristiwa isra mikraj
- 27 rajab 1447 h




