FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda mampu bersaing di kancah global melalui dukungan finansial negara.
Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul.
Rincian kuota mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi dokter spesialis.
Fokus pemberian beasiswa S2 dan S3 kali ini akan lebih spesifik.
Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita yang membutuhkan tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional.
Arif Prasetyo adalah satu dari ribuan putra-putri terbaik bangsa yang berhasil melangkah jauh sebagai penerima LPDP. Arif lahir dan tumbuh di keluarga disabilitas netra yang disebabkan oleh sebuah kondisi genetik.
Ayah dan ibunya tak melihat, begitu pula dengan kakak dan adiknya, mereka hidup dalam keterbatasan ekonomi, ayahnya bekerja menjual suara di jalanan Malioboro, sedang ibunya membuka jasa pijat di rumah yang didominasi kayu dan triplek, jauh di pelosok Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.
Tak hanya dipaksa untuk berdamai dengan kondisi fisik, Arif juga kerap mengalami berbagai diskriminasi.
Saat usia SD, ia ditolak beberapa sekolah di sekitar rumahnya dengan alasan tidak siap menerima anak disabilitas, ia harus merantau ke Kota Jogja, sekolah di SLB dan hidup dalam asrama.
Meski demikian, sosok periang ini memilih cara yang amat elegan untuk menjawab diskriminasi, yakni dengan karya dan prestasi.
Tiap kali ia pulang ke Ngawen, setidaknya ia membawa satu piala dan dipajang di ruang tamu, menunjukkan kepada sekitar bahwa kondisi fisik tak menjadi halangan untuk Arif berprestasi.
Arif membuktikan kepada semua bahwa dengan keterbatasan tak menghalanginya melangkah lebih jauh. Sebagai Awardee LPDP, ia menempuh studi S2 Manajemen Pendidikan Islam di UIN Sunan Kalijaga. Pendidikannya tak berhenti di ruang kelas, ia bergerak, bersuara, mencipta berbagai karya dan kontribusi nyata.
Lewat komunitas film inklusif, ia menghadirkan layar yang ramah bagi disabilitas netra. Lewat Braille School, ia membuka aksara braille untuk semua. Lewat Braillient Indonesia, ratusan Al-Qur’an, Iqro, e-book, dan audiobook telah menjangkau anak-anak dan komunitas disabilitas di berbagai penjuru negeri.
Beasiswa LPDP bagi Arif bukan sekadar bantuan studi, namun menjadi cahaya yang menyalakan keyakinan bahwa pendidikan setara itu nyata, bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berkontribusi, dan bahwa Indonesia tumbuh ketika semua diberi ruang yang sama untuk bermimpi.
Masa depan bangsa tak hanya dibangun oleh mereka yang bisa melihat, tetapi oleh mereka yang mampu memandang jauh dengan hati dan visi.
Beasiswa LPDP adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk pembiayaan pendidikan tinggi pada program magister atau program doktoral di perguruan tinggi terbaik, baik dalam maupun luar negeri.
Sejumlah syarat ditentukan untuk kamu yang bermimpi kuliah gratis dengan program LPDP. Siap berlaga dalam Seleksi Beasiswa LPDP Tahun 2026 ini? (Pram/fajar)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2020%2F11%2F03%2Ffacae010-73a2-4acd-8e54-790d1a5ec4f5.jpg)

