SEMARANG, KOMPAS.TV – Jalur kereta api Pantura Jawa Tengah di petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Kalibodri, Kabupaten Kendal, kembali dapat dilintasi setelah sempat terganggu akibat luapan air menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (15/1/2026) malam.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan luapan air menyebabkan jalur rel terendam hingga batas kepala rel serta memicu gogosan di lokasi terdampak, tepatnya di jembatan atau Bangunan Hikmat (BH) 111 Km 20+7/8.
Akibat kondisi tersebut, perjalanan kereta api dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan perjalanan.
Baca Juga: Banjir Rendam Jalan Raya Kudus-Grobogan, Kendaraan Mogok dan Lalu Lintas Tersendat
“Luapan air mengakibatkan gogosan di petak jalan antara Kaliwungu dan Kalibodri,” kata Luqman dikutip dari Antara, Jumat (16/1/2026)
Sebelumnya, KAI Daop 4 Semarang menyatakan menutup sementara jalur hulu dan hilir setelah petugas prasarana melaporkan luapan air yang mengalir deras dan telah mencapai kepala rel pada Kamis malam sekitar pukul 21.22 WIB.
Sebagai langkah pengamanan, KAI menerapkan semboyan 3 pada kedua jalur tersebut. Penutupan ini berdampak pada perjalanan KA lintas Semarang–Jakarta dan sebaliknya.
Hingga pukul 21.50 WIB, tercatat delapan kereta api terdampak, dengan sebagian mengalami keterlambatan dan sebagian lainnya tertahan di sejumlah stasiun, antara lain Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Weleri, dan Stasiun Kaliwungu.
Keterlambatan perjalanan KA akibat kejadian tersebut tercatat berkisar antara 6 hingga 123 menit.
Luqman menyampaikan, jalur KA antara Kaliwungu dan Kalibodri kembali dibuka pada Jumat dini hari, seiring curah hujan yang mulai menurun serta setelah dilakukan penanganan awal oleh petugas KAI.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/Antara
- jalur KA Pantura
- Kaliwungu Kalibodri
- luapan air rel kereta
- KAI Daop 4 Semarang
- gangguan perjalanan KA
- hujan deras Kendal




