SEMARANG (Realita)- Berdasarkan laporan awal yang dihimpun dari tim Wanadri serta relawan yang terlibat langsung di lapangan, muncul dugaan awal bahwa Syafiq Ridhan Ali Razan mengalami kondisi hipotermia dalam rangkaian kejadian selama berada di kawasan Gunung Slamet. Analisa ini disampaikan sebagai hipotesis awal, bukan sebagai kesimpulan akhir, dan didasarkan pada berbagai faktor lapangan yang ditemukan saat proses pencarian.
Tim pencarian menjelaskan bahwa wilayah lereng selatan Gunung Slamet dikenal memiliki karakter cuaca yang ekstrem. Suhu udara di kawasan tersebut dapat turun secara signifikan, terutama pada malam hingga dini hari.
Baca juga: Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Selain suhu rendah, angin kencang dan tingkat kelembapan yang tinggi turut menjadi faktor yang mempercepat hilangnya panas tubuh.
Dalam kondisi seperti ini, risiko hipotermia akan meningkat secara drastis apabila seseorang berada dalam keadaan kelelahan, pakaian basah, asupan energi yang minim, atau perlindungan termal yang tidak memadai.
Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh secara perlahan namun berbahaya.
Hipotermia merupakan kondisi darurat medis yang tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga kondisi mental seseorang. Penurunan suhu tubuh dapat menyebabkan gangguan kesadaran, melemahnya kemampuan mengambil keputusan, penurunan koordinasi gerak, hingga kegagalan fungsi vital tubuh.
Dalam situasi pendakian, kondisi ini sering kali membuat survivor tidak lagi mampu bergerak efektif atau mencari perlindungan secara mandiri.
Oleh karena itu, dalam operasi pencarian dan pertolongan, faktor cuaca dan karakter medan menjadi tantangan utama yang terus diantisipasi oleh tim SAR gabungan di lapangan.
Meski dugaan hipotermia disampaikan berdasarkan temuan awal dan kondisi lapangan, pihak tim menegaskan bahwa analisa ini masih bersifat sementara dan bukan merupakan kesimpulan resmi. Seluruh proses investigasi masih berjalan
sesuai prosedur yang berlaku.
Penjelasan lebih lanjut terkait penyebab pasti serta kronologi kejadian secara menyeluruh akan disampaikan melalui rilis resmi dari tim lapangan pada tahapan lanjutan operasi ESAR Tahap 2.
Tim Wanadri dan relawan mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pihak berwenang serta tidak menyebarkan spekulasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sikap ini penting untuk menjaga objektivitas informasi, serta menjaga perasaan keluarga yang terdampak.
Doa dan dukungan terus mengalir untuk seluruh tim SAR, relawan, serta semua pihak yang terlibat dalam upaya kemanusiaan ini. Seluruh proses dilakukan dengan penuh dedikasi di medan yang berat dan penuh tantangan.wan
Editor : Redaksi





