Mengapa Isra Mikraj Terjadi pada Malam Hari? Ini Penjelasannya

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

ISRA Mikraj adalah perjalanan vertikal dan horizontal yang dilakukan Rasulullah SAW dalam waktu kurang dari satu malam. Pemilihan waktu malam (lailan) dalam firman Allah pada Surat Al-Isra ayat 1 bukan tanpa alasan.

Imam Suyuthi, seorang mujaddid dan ulama ensiklopedis, merinci beberapa hikmah yang sangat menyentuh sisi spiritualitas umat Islam.

Alasan Teologis Waktu Malam Menurut Imam Suyuthi

Dalam kitab Al-Ayah Al-Kubra, Imam Suyuthi menjelaskan bahwa malam hari memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh siang hari. Berikut adalah beberapa poin utamanya:

Baca juga : Benarkah Isra Mikraj Terjadi pada 27 Rajab? Fakta yang Jarang Diketahui

1. Waktu Khalwah (Intimasi dengan Sang Pencipta)

Imam Suyuthi menyebutkan bahwa malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk khalwah atau menyendiri secara intim antara seorang kekasih dengan yang dicintainya. Perjalanan Isra Mikraj adalah bentuk undangan khusus dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Secara tradisi dan rasa, pertemuan yang sangat rahasia dan istimewa lebih utama dilakukan pada saat manusia lain sedang terlelap, menciptakan suasana kesyahduan yang murni.

2. Malam sebagai Waktu yang Paling Mulia bagi Para Nabi

Beliau mencatat bahwa banyak peristiwa besar dan turunnya wahyu serta pertolongan Allah kepada para nabi terjadi pada malam hari. Malam hari dianggap sebagai waktu di mana pintu-pintu langit dibuka dan rahmat turun dengan derasnya.

Baca juga : Alasan Allah Perjalankan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mikraj

Dengan memilih malam hari, Allah ingin menunjukkan bahwa kegelapan bukanlah penghalang bagi cahaya nubuwwah (kenabian).

3. Ujian Keimanan yang Nyata

Ini adalah poin yang sangat menarik. Imam Suyuthi menjelaskan bahwa jika Isra Mikraj terjadi pada siang hari, orang-orang kafir Quraisy mungkin akan menganggapnya sebagai halusinasi kolektif atau sihir yang kasat mata.

Namun, dengan terjadi di malam hari secara cepat, peristiwa ini menjadi ujian keimanan yang murni. Hanya mereka yang memiliki keyakinan kuat (seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq) yang mampu membenarkannya tanpa ragu, sementara mereka yang lemah imannya akan terjebak dalam logika materialistik.

Apa Hikmah Malam dalam Islam?

Malam hari dalam literatur Islam sering disebut sebagai waktu yang penuh berkah. Imam Suyuthi menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai Sirajan Munira (Lampu yang Menerangi).

Sebuah lampu atau cahaya akan terlihat fungsinya secara maksimal justru ketika keadaan di sekitarnya gelap gulita. Maka, kehadiran Rasulullah di langit pada malam hari adalah simbol bahwa beliau adalah pemberi petunjuk di tengah kegelapan jahiliyah.

Apa yang Jarang Dibahas?

Berbeda dengan narasi umum yang hanya menyebutkan malam adalah waktu istirahat, Imam Suyuthi menekankan aspek Psikologi Iman. Beliau berpendapat bahwa pemilihan waktu malam adalah cara Allah menyaring barisan kaum muslimin.

Peristiwa ini memisahkan antara mereka yang beriman karena melihat bukti fisik semata dengan mereka yang beriman karena percaya pada kekuasaan mutlak Allah SWT.

Memaknai Isra Mikraj di Kehidupan Modern
  • Meningkatkan Kualitas Salat: Mengingat Mikraj adalah momen turunnya perintah salat 5 waktu.
  • Menghidupkan Malam: Mencoba melakukan Qiyamul Lail sebagai bentuk meneladani waktu istimewa Rasulullah.
  • Memperkuat Logika Iman: Menyadari bahwa kekuasaan Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
  • Mempelajari Sirah: Membaca kitab ulama salaf seperti Imam Suyuthi untuk mendapatkan kedalaman ilmu.
Kesimpulan

Penjelasan Imam Suyuthi mengenai mengapa Isra Mikraj terjadi pada malam hari membuka mata kita bahwa setiap detail dalam sejarah Islam memiliki makna yang mendalam. Malam bukan sekadar waktu gelap, melainkan panggung bagi mukjizat agung, ruang bagi keintiman hamba dengan Tuhannya, serta instrumen untuk menguji sejauh mana keimanan kita bertengger di dalam dada.

FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa nama kitab Imam Suyuthi yang membahas Isra Mikraj?

Nama kitabnya adalah Al-Ayah al-Kubra fi Sharh Qissat al-Isra.

2. Mengapa malam hari disebut waktu mustajab?

Karena pada sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang terjaga.

3. Berapa lama perjalanan Isra Mikraj berlangsung?

Menurut mayoritas ulama, perjalanan tersebut berlangsung hanya dalam sebagian malam (lailan), bukan sepanjang malam penuh.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tips Kembali Bugar Usai Terkena Serangan Jantung
• 38 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pilkada DPRD dan Tarik Ulur Demokrasi Lokal
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Ungkap Ono Surono Terima Uang dari Tersangka Suap Ijon
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
2 Pria Masturbasi di Bus Transjakarta Ditangkap, Kini Jalani Pemeriksaan
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.