Bandung, VIVA – Status juara paruh musim ternyata belum membuat Persib Bandung sepenuhnya tenang. Di balik posisi puncak klasemen Super League 2025 2026, pelatih Persib Bojan Hodak masih menyimpan sejumlah catatan penting yang wajib dibenahi jika Maung Bandung ingin konsisten hingga akhir musim.
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menegaskan timnya harus tampil jauh lebih baik di sepanjang putaran kedua Super League 2025 26. Meski berstatus sebagai pemuncak klasemen dan juara paruh musim, Hodak mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya pada putaran pertama.
Evaluasi itu muncul bukan tanpa alasan. Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, masih ada detail-detail krusial yang membuat Persib kehilangan poin, mulai dari kegagalan mengeksekusi penalti hingga kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan.
“Saya tidak bisa komplain, karena sejauh ini kami bermain dengan baik dan berada di posisi nomor satu, baik di liga domestik dan grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tapi masih bisa lebih baik,” ujar Hodak dalam keterangan yang dikutip laman resmi Klub.
Persib Bandung menutup putaran pertama dengan koleksi 38 poin hasil dari 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Maung Bandung unggul tipis satu poin atas Borneo FC Samarinda yang terus membayangi di posisi kedua klasemen.
Namun, bagi Hodak, angka tersebut belum mencerminkan potensi maksimal timnya. Salah satu yang paling mengganjal adalah kegagalan memanfaatkan peluang dari titik putih.
“Lihat, kami jadi nomor satu di liga, saya merasa senang dan puas. Tapi disamping itu kami masih bisa lebih baik. Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, ada lima kali kami melewatkannya tanpa gol,” kata Hodak.
Kegagalan penalti tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap hasil pertandingan, termasuk saat Persib ditahan imbang PSIM dan kalah dari Persita. Situasi ini menjadi pekerjaan rumah serius yang tak boleh terulang di putaran kedua.
Selain soal penalti, Hodak juga menyoroti konsentrasi tim di menit-menit akhir. Meski Persib tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, beberapa gol yang masuk pada fase krusial pertandingan membuat tim kehilangan poin berharga.



