Kemdiktisaintek dan PTN Bentuk Konsorsium Penanganan Pascabencana Sumatra

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Octavian Dwi

TVRINews, Jakarta

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana Alam Sumatra 2025, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta. Rabu, 14 Januari 2026 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas perguruan tinggi untuk duduk bersama, berdiskusi mengenai percepatan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak, khususnya pada sektor pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menegaskan bahwa pembentukan konsorsium menjadi kebutuhan mendesak agar kontribusi perguruan tinggi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dan berdampak nyata. 

“Bencana yang terjadi di Sumatera tidak bisa ditangani secara parsial. Kita butuh konsorsium agar kepakaran, riset, dan sumber daya perguruan tinggi bisa digerakkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujarnya dalam rilis yang diterima tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2026

Pemerintah tengah menyiapkan kerangka pemulihan dan rekonstruksi nasional melalui pembentukan satuan kerja khusus sesuai keputusan presiden, dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp60 Triliun, yang akan dialokasikan berbasis rencana aksi dan penguatan ekosistem akademik nasional.

Oleh karena itu, pemetaan wilayah kritis, pengorganisasian kepakaran dan penguatan basis data ahli kebencanaan dari perguruan tinggi menjadi krusial. 

“Saat ini sudah terdata puluhan pakar kebencanaan lintas kampus yang siap turun langsung, dan konsorsium ini akan membantu kami mendelegasikannya,” lanjut Fauzan.

Salah satu program yang ia canangkan adalah “Mahasiswa Berdampak”, mengintegrasikan kegiatan KKN dengan pendanaan proposal mahasiswa agar terlibat langsung dalam proses pemulihan di daerah terdampak, dengan total anggaran mencapai 18 hingga 20 Miliar Rupiah kepada 150 proposal, dengan pendanaan maksimal Rp120 Juta/proposal. 

Fauzan juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, termasuk melalui media nasional dan konten edukasi, agar pemulihan dapat dipahami dan didukung oleh masyarakat luas.

Sejalan dengan arahan tersebut, Sekretaris Jenderal MRPTNI Muryanto Amin menegaskan pembentukan konsorsium ini sebagai tindak lanjut dari berbagai diskusi antar pimpinan perguruan tinggi sebelumnya. 

“Kita ingin memastikan kerja perguruan tinggi pascabencana ini punya acuan bersama yang sudah ada. Perlu ada rule book, komitmen, dan pembagian peran yang jelas, supaya upaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat." tegas Sekjen MRPTNI tersebut.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah menyampaikan komitmen UI dalam mendukung penanganan bencana melalui berbagai program yang telah dijalankan secara berkelanjutan. 

“Selama lebih dari satu dekade, UI telah terlibat dalam respon kebencanaan melalui program UI Peduli. Pengalaman ini kami bawa untuk memperkuat kerja konsorsium, khususnya di bidang kesehatan, teknik, dan sosial,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk kemudahan akses dan pendampingan administrasi pendidikan bagi peserta didik. 

“Pemulihan tidak hanya soail infrastruktur, tetapi memastikan anak-anak dan generasi muda tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka dengan baik.” tutup Heri.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Allegri Puji Mental Baja Rossoneri, Milan Kalahkan Tuan Rumah Como 3-1
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Akan Nikahi Jennifer Coppen di Bali pada Musim Panas 2026
• 3 jam lalubola.com
thumb
Ketua Umum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan di Hari Pers Nasional 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Long Weekend, Jalur Puncak Bogor Macet di Sejumlah Titik
• 2 jam laludetik.com
thumb
Menarik Perhatian sebagai Komoditas dan Distorsi Martabat Manusia
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.