Grid.ID - Tanggapan Kak Seto terkait kasus Aurelie Moeremans pada 2010 silam jadi sorotan. Pemerhati anak ini buka suara melalui Instagram storynya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, disebut abai atas aduan Aurelie Moeremans 16 tahun silam. Tudingan ini mencuat setelah ayah Aurelie, Jean Marc Moeremans mengajukan laporan kekerasan psikologis yang dialami anaknya ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pada 2010.
Saat itu orangtua Aurelie meminta agar Komnas PA memberikan perlindungan terhadap anaknya dan menindaklanjuti pelaku yang telah memanipulasi dan mengancam anaknya. Namun keluarga justru dituding terlalu agresif oleh petugas penerima laporan.
Tanggapan Kak Seto pun ia tulis dalam akun media sosialnya atas sikap Komnas PA, yang pada waktu itu masih di bawah kepemimpinannya. Kak Seto menyebut bahwa pihaknya telah berupaya sesuai dengan kapasitas dan tanggung jawab pada saat itu.
“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” tulis Kak Seto dalam Instagram story, dikutip dari Kompas.com.
Kak Seto pun meminta agar semua pihak tidak saling menuduh, memfitnah atau pun menyerang secara personal. Ia juga berharap agar tidak ada fakta yang diubah oleh pihak yang mengangkat kembali kasus 2010 silam.
“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, pencipta karakter Si Komo ini berharap agar semua pihak yang terlibat dapat pulih dan berdamai dengan masa lalu.
“Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” tulisnya.
Kak Seto juga menyadari bahwa persoalan tentang perlindungan anak memang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Ia menegaskan bahwa isu ini menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian, kepedulian dan kerja sama.
“Saat ini, kita masih dihadapkan pada begitu banyak persoalan anak di tanah air. Masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan kerja bersama,” imbuhnya.
Child Grooming Aurelie Moeremans
Seperti diketahui, aktris cantik Aurelie Moeremans baru-baru ini buka suara atas pengalamannya menjadi korban child grooming saat usianya masih sangat belia. Saat itu ia menjadi korban manipulasi seorang pria dewasa di kala usianya masih 15 tahun, sementara pelaku telah berusia 29 tahun.
Saat itu sang aktris mengalami kekerasan baik secara fisik maupun psikis selama berhubungan dengan pelaku.
Aurelie menuangkan pengalaman pahitnya dalam sebuah buku berjudul Broken Strings. Di dalam memoar berisi 24 bab tersebut, Aurelie menyebut sosok pelaku dengan nama samaran Bobby.
Publik pun menduga kuat aktor Roby Tremonti adalah sosok Bobby di dalam Broken Strings. Hal ini lantaran foto-foto masa lalu Roby sangat mirip dengan sosok yang digambarkan oleh Aurelie di dalam bukunya.
Dikutip dari Tribun Trends, di halaman 15 bab 2, Aurelie menceritakan awal pertemuannya dengan Bobby. Saat itu dirinya dan Bobby dipasangkan dalam sebuah iklan sebagai sepasang kekasih.
Aurelie kemudian menyebutkan ciri-ciri pria tersebut, yakni memiliki tindik di bawah bibir, anting di kedua telinga, juga memakai kalung rantai.
"Kami dipasangkan dalam sebuah iklan, berperan sebagai sepasang kekasih. Aku masih ingat tindik tepat di bawah bibir bawahnya, anting di kedua telinga, rantai tebal di lehernya," tulisnya dalam buku Broken Strings.
Kilas Balik Kisah Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans
Aurelie pertama kali bertemu dengan Roby di lokasi syuting pada tahun 2009 silam. Saat itu keduanya dikabarkan terlibat cinta lokasi.
Hubungan keduanya pun sempat ditentang oleh orangtua Aurelie lantaran saat itu sang aktris masih berusia 15 tahun. Bahkan sang ibunda sampai meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komnas Perlindungan Anak di bawah naungan Kak Seto.
Ibunda Aurelie menuding Roby telah mencuci otak putrinya sehingga mau berhubungan dengannya. Aurelie dan Roby bahkan dikabarkan menikah pada 2011 tanpa restu dari keluarga Aurelie.
Lalu setelah adanya isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Aurelie dan Roby bercerai pada 2013. Aurelie kemudian kembali kepada orangtuanya.
Status Pernikahan Tidak Sah
Soal status pernikahannya di masa lalu dengan Roby, Aurelie mengatakan bahwa ia telah menerima surat pembatalan pernikahan dari gereja di Cibinong. Pernyataan ini sekaligus membantah tudingan dirinya pernah menjadi janda.
“Ini terakhir kali aku membahas masa lalu yang kelam itu. Jadi, ya jelas aku enggak pernah menikah, aku bukan janda,” ucap Aurelie.
Aurelie mengungkapkan bahwa ia pernah mengadu kepada pastor di Gereja Katedral Bogor soal surat pernikahan yang dikeluarkan oleh sebuah gereja di Cibinong. Ia lalu kembali mendatangi gereja di Cibinong dan pastor di gereja tersebut mengakui bahwa surat pernikahan Aurelie tidak sah.
Aurelie kemudian meminta bukti tertulis yang menyatakan bahwa status pernikahannya dengan Roby tidak pernah ada.
“Ini pernyataan Status Liber. Status Liber itu apa? Intinya aku enggak pernah menikah dan aku enggak punya ikatan pernikahan apa pun,” tutur Aurelie sambil menunjukkan surat tersebut. (*)
Artikel Asli



