Pekanbaru, VIVA – Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyiapkan 104 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Penambahan dapur tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan program agar dapat dinikmati seluruh peserta didik di Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan jumlah dapur SPPG pada 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah dapur SPPG di Pekanbaru tercatat sebanyak 56 unit, sehingga penambahan ini diharapkan mampu menjangkau peserta didik hingga dua kali lipat.
“Mudah-mudahan bulan ini, semuanya sudah bisa beroperasi. Dengan penambahan dapur SPPG ini, tentu kita harapkan bisa menjangkau seluruh peserta didik kita di Kota Pekanbaru,” katanya di Pekanbaru, Jumat.
Ia menjelaskan, jumlah peserta didik yang menjadi sasaran Program MBG di Kota Pekanbaru mencapai sekitar 298.000 orang. Namun, hingga saat ini dapur SPPG yang telah beroperasi baru mampu melayani sekitar 133.000 peserta didik.
Masih terdapat sekitar 165.000 peserta didik yang belum dapat menikmati Program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Kondisi tersebut terjadi karena puluhan dapur SPPG masih dalam proses persiapan menjelang operasional penuh.
“Mudah-mudahan tahun ini semua peserta didik sudah bisa menerima program MBG,” ungkapnya.
Markarius juga mengingatkan agar para pengelola dapur SPPG memberikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Menurutnya, kualitas bahan pangan, kebersihan, serta penyajian menu MBG harus diperhatikan secara serius agar program berjalan optimal.
Selain itu, ia menilai pelibatan masyarakat di sekitar titik pelaksanaan Program MBG perlu terus ditingkatkan. Pengelola SPPG diharapkan dapat merangkul warga setempat agar program tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberi manfaat sosial.
“Dengan begitu akan terbangun hubungan yang harmonis antara pengelola SPPG dan masyarakat setempat,” harap Markarius. (Sumber ANTARA)



