Pabrik Baterai Siap Produksi, Indonesia Perkuat Basis Industri Kendaraan Listrik

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pengembangan industri kendaraan listrik menjadi salah satu agenda strategis yang terus didorong pemerintah dan pelaku industri nasional. Seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik, ketersediaan baterai sebagai komponen utama menjadi faktor penting dalam membangun daya saing industri otomotif. 

Dalam konteks tersebut, pembangunan fasilitas manufaktur baterai dipandang sebagai langkah struktural untuk memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri.

Baca Juga :
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Rosan Buka Suara Soal Wacana Pembentukan BUMN Tekstil

Upaya tersebut tercermin dari selesainya instalasi fasilitas manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. BPI Danantara selaku pemegang saham Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menyatakan terus mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. 

Langkah ini dikaitkan dengan strategi hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral domestik. Melalui anak usahanya, PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), MIND ID bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL) membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). 

Perusahaan ini ditugaskan mengembangkan fasilitas produksi baterai yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri kendaraan listrik nasional. CATIB membangun Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, dengan luas lahan mencapai 43 hektare. 

Pada fase pertama, kapasitas produksi direncanakan sebesar 6,9 GWh dan akan diperluas hingga 15 GWh pada fase kedua. Kapasitas tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik dan aplikasi energi lainnya di dalam negeri.

Proyek ini terdiri dari dua fasilitas utama. Pertama, Module & Pack Plant yang pembangunan dan instalasi peralatan manufakturnya telah diselesaikan pada Januari 2026. Fasilitas ini merupakan unit perakitan baterai berbasis sistem otomatis untuk menghasilkan modul dan paket baterai siap pakai bagi industri kendaraan listrik. 

Kedua adalah Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan akan memproduksi sel baterai sebagai komponen dasar sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai. Fasilitas produksi tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. 

Keberadaannya diharapkan dapat mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri pada produk kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia, sekaligus memperluas aktivitas pengolahan lanjutan mineral strategis. Hal tersebut disampaikan Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto. 

Baca Juga :
Intip Bocoran Mobil Listrik Terbaru BMW
Ekspansi Proyek Perumahan dan PSN Dongkrak Permintaan di Industri Pipa Nasional
Update Terbaru Kasus PHK Developer GTA 6

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arus Penumpang KA Melonjak, KAI Daop 1 Catat 30 Ribu Keberangkatan dari Jakarta
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Eks Sekjen Kemenaker Diduga Masih Terima Uang Pemerasan TKA setelah Pensiun, Buset!
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Ada Pemda yang Habiskan Rp1 Miliar Sehari untuk Makan dan Minum, DPR RI akan Panggil Mendagri
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakar Ungkap Penyebab Utama Penuaan: Bukan Usia, tapi Hormon!
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Warga Kavling DKI Meruya Tolak Sodetan Air, Khawatir Jadi Langganan Banjir
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.