Jangan Salah Langkah, Ini Panduan untuk Pemula yang Mau Gabung Franchise di 2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Membeli atau bergabung dengan usaha waralaba (franchise) telah menjadi tren beberapa tahun terakhir, termasuk di awal tahun 2026 ini. Membeli usaha franchise menjadi salah satu pilihan berbisnis yang paling mudah bagi pemula. Pasalnya, Anda tidak perlu memikirkan konsep brand dan tinggal menjalankan yang sudah ada.

Berdasarkan data dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), sektor waralaba di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya sebesar 7–10%. Di tahun 2026, kemungkinan peningkatan bisnis franchise ini akan terus meningkat seiring meningkatnya minat kebutuhan, terutama di sektor makanan cepat saji.

Kendati demikian, bisnis franchise bukan berarti tidak memerlukan strategi. Seminimal mungkin Anda sudah punya lokasi untuk berbisnis dan market yang sejalan dengan brand atau produk yang Anda jual.

Selain itu, Anda juga harus pintar-pintar untuk memilah usaha franchise yang bagus dan sesuai dengan budget yang Anda miliki.

Berikut usaha franchise yang tepat untuk Anda. 1. Tentukan franchise yang sesuai dengan minat dan modal Anda

Bagi orang yang masih awam, mungkin akan langsung terpaku pada merek dari produk tanpa memikirkan sesuai atau tidaknya dengan pribadi masing-masing dan modal untuk memilih franchise. Anda wajib menelisik minat Anda dalam berbisnis.

Jika tidak melihat minat dan modal Anda, ke depannya bisa saja franchise yang Anda miliki malah membuat rugi dari segi waktu dan keuangan Anda. Tidak dapat dipungkiri memang jika berusaha sesuai dengan minat, pasti kita akan merasa lebih senang dan mudah menjalaninya.

Baca Juga

  • Peluang Franchise Tahun 2026, Ini yang Paling Cuan!
  • KFC Franchisee FAST Unveils Strategy to Swing to Profit This Year
  • Jadi Pemegang Franchise Eksklusif Dunkin Donuts Indonesia, DDI Bakal Tambah Gerai Baru
2. Analisis pasar

Saat akan memilih brand franchise untuk dibeli, jangan hanya memandang nama besar brand-nya saja, tanpa melihat kondisi pasar dan lokasi di mana Anda akan memulai usaha. Pasalnya, brand yang sedang ramai di kota-kota besar belum tentu cocok di daerah Anda.

Anda wajib memiliki target konsumen, daya beli, dan potensi ramai atau tidak pasar. Jika tidak melakukan hal tersebut, kemungkinan bisnis franchise yang Anda beli hanya akan jadi angin lewat dan malah merugikan Anda.

Misalnya, jika Anda tinggal di daerah perumahan atau pemukiman dan ingin membeli franchise makanan cepat saji, melansir dari pemberitaan bisnis.com sebelumnya, Anda bisa memilih franchise sederhana seperti, Sabana Fried Chicken, atau kedai mi pedas You Need Mee yang dapat Anda beli dengan modal yang cukup minim.

3. Membandingkan paket franchise dengan detail

Brand yang menawarkan usaha franchise biasanya memiliki paket-paket dengan skema modal yang berbeda, misalnya seperti paket booth, gerobak, ataupun toko kecil. Pastikan pemilihan paket yang ditawarkan sesuai dengan modal dan kebutuhan Anda untuk memulai bisnis franchise.

4. Menghitung biaya lainnya di luar paket

Membeli brand franchise tidak hanya memikirkan biaya pembelian paketnya saja, Anda juga harus menghitung biaya pengeluaran lainnya seperti sewa bangunan, listrik, serta gaji karyawan. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka biaya operasional Anda akan terganggu.

5. Cek reputasi brand franchise

Brand franchise yang bagus biasanya memiliki sistem yang jelas dan teruji. Selain itu, mitra yang banyak dan bertahan lama juga dapat menjadi indikator bahwa brand franchise tersebut menjalankan bisnisnya dengan serius bersama mitranya.

6. Melihat pesaing di lokasi Anda berbisnis

Semakin populer franchise, tentunya semakin besar dan banyak juga pesaing untuk berkompetisi. Jangan sampai karena sudah terlalu banyak brand suatu produk, misalnya minuman, menumpuk di satu lokasi. Hal tersebut dapat membuat bisnis Anda sepi karena terlalu banyak pesaing dalam satu lokasi.

7. Memperhatikan potensi keuntungan ke depannya

Dalam promosi biasanya brand franchise sudah memproyeksikan keuntungan yang akan Anda dapatkan. Namun, Anda jangan langsung percaya dan harus memproyeksikan ulang dengan data yang ada di lapangan.

Anda harus menghitung secara realistis dengan berbagai asumsi tingkat penjualan seperti rendah, sedang, dan bukan hanya penjualan tinggi. Franchise yang bagus biasanya akan membimbing mitranya untuk mendapatkan keuntungan yang stabil. (Bagas Satria Abdulgani)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPAI Desak Pemerintah Sediakan Layanan Pemulihan Anak Korban Kekerasan Usai Viral Buku Aurelie Moeremans
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Investasi Triwulan IV 2025 Lampaui Target, Rosan Jamin Dampak Positif APBN
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung, Wajahnya Luka Lebam
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Zulhas Tegaskan Komitmen Aksi Nyata dalam Pertemuan Tingkat Menteri MAC di Abu Dhabi
• 2 jam lalupantau.com
thumb
PSM Makassar Kalah Agresif: Persik Kediri Boyong Pasangan Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa dari Persib Bandung
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.