FAJAR, MAKASSAR — Kebutuhan mendesak akan bek sayap akhirnya tak berbuah manis bagi PSM Makassar. Di saat Juku Eja masih berkutat pada tahap penjajakan, Persik Kediri justru bergerak lebih cepat dan konkret dengan mengamankan dua nama sekaligus: Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa.
Kepastian itu diumumkan Persib Bandung pada Jumat (16/1/2026). Kedua pemain bertahan tersebut resmi dipinjamkan ke Persik Kediri hingga akhir musim Super League 2025/2026.
Langkah Persik sekaligus menutup peluang PSM Makassar yang sebelumnya disebut-sebut berada di antrean terdepan untuk mendatangkan Rezaldi.
Padahal, sektor bek sayap menjadi pekerjaan rumah paling krusial bagi pelatih PSM, Tomas Trucha, menyusul inkonsistensi performa di sisi pertahanan sepanjang putaran pertama.
Sebelumnya, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memang telah membuka pintu bagi opsi peminjaman dua pemainnya itu. Ia mengakui adanya ketertarikan dari sejumlah klub, termasuk terhadap Rezaldi dan Hamra.
“Kami menerima beberapa permintaan, tapi kita akan lihat nanti. Pertama, saya harus berbicara dengan mereka, baru setelah itu kita akan lihat,” ujar Bojan Hodak beberapa waktu lalu.
Khusus untuk Rezaldi Hehanusa, Bojan bahkan memberikan penilaian lebih. Bek kiri yang lama menjadi pilihan utama Persib itu disebut memiliki kualitas yang sudah teruji, meski sempat terganggu cedera serius pada cartilage.
“Rezaldi pernah menjadi starting eleven di sini selama beberapa tahun. Dia mengalami cedera cartilage, jadi tidak bermain di musim lalu. Sekarang dia sudah kembali,” kata pelatih asal Kroasia tersebut.
Bojan juga secara terbuka menyatakan kesukaannya terhadap karakter bermain Rezaldi. Namun, peluang peminjaman tetap dibuka jika sang pemain membutuhkan menit bermain lebih banyak.
“Saya selalu suka dengannya sebagai pemain. Jika dia ingin mendapatkan menit bermain, mungkin kami membiarkan dia pergi,” ucap Bojan.
Situasi itulah yang kemudian dimanfaatkan Persik Kediri. Ketika PSM masih berada pada tahap kebutuhan dan wacana, Persik hadir dengan keputusan dan eksekusi. Tidak hanya Rezaldi, Persik bahkan langsung mengamankan Hamra Hehanusa, menciptakan paket duet bersaudara yang jarang tersedia di bursa transfer.
Bagi PSM Makassar, kegagalan mendapatkan Rezaldi dan Hamra menjadi cermin persoalan yang lebih besar. Di tengah persaingan Super League yang semakin agresif, Juku Eja kembali tertinggal dalam adu kecepatan dan ketegasan di bursa transfer.
Padahal, jika duet Hehanusa berhasil digaet, publik Makassar sempat membayangkan pengulangan kisah Yakob Sayuri dan Yance Sayuri—dua bersaudara yang pernah menjadi simbol kekuatan PSM di sisi sayap, dengan chemistry alami yang memberi dampak nyata di lapangan.
Kini, skenario itu tinggal wacana. Rezaldi dan Hamra justru akan memulai babak baru bersama Persik Kediri, sementara PSM Makassar kembali dihadapkan pada satu pertanyaan lama: siapa yang akan mengisi lubang di sektor bek sayap, dan seberapa cepat manajemen mampu bertindak?





