Lulusan S2 Terus Bertambah, Bayang-Bayang Pengangguran Terdidik Masih Menghantui

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Fenomena lulusan Strata Dua (S2) yang menganggur atau kesulitan memperoleh pekerjaan layak menjadi ironi di tengah meningkatnya angka pendidikan tinggi di Indonesia. Gelar magister yang selama ini dipersepsikan sebagai tiket menuju jenjang karier lebih tinggi, nyatanya belum sepenuhnya menjamin kemudahan akses ke dunia kerja.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, tingginya angka pengangguran lulusan S2 disebabkan oleh ketimpangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Banyak lulusan magister dinilai terlalu teoritis, minim pengalaman praktis, serta tidak memiliki keahlian spesifik yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja saat ini.

Selain itu, perubahan cepat teknologi digital turut memperlebar jurang tersebut. Dunia industri kini menuntut talenta yang tidak hanya berpikir konseptual, tetapi juga mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, pengolahan data, hingga sistem terdistribusi. Sayangnya, tidak semua program S2 mampu menjawab tantangan ini secara konkret.

Faktor lain yang kerap disorot adalah orientasi studi yang tidak berbasis karier dan inovasi. Banyak lulusan S2 terjebak pada gelar akademik semata, tanpa dibekali portofolio, riset terapan, atau proyek teknologi yang dapat langsung diimplementasikan di dunia industri maupun kewirausahaan digital.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun kondisi tersebut tidak berlaku bagi lulusan Magister (S2) Ilmu Komputer Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Program studi ini dirancang secara adaptif untuk menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan, dengan menekankan penguasaan kompetensi strategis dan aplikatif.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK: Eks Sekjen Kemenaker Diduga Terima Uang Rp12 Miliar dari Agen TKA
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Kebakaran Bengkel di Tuban, Pekerja Panik Selamatkan Kendaraan
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Fokus ke Piala Asia 2026, Gelar Uji Coba Lawan Tajikistan dan Jepang
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Mulai Dibahas DPR, Analis Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Sandera Lawan Politik
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Menghangatkan Jiwa Penyintas Bencana, Menjaga Harapan di Tengah Ketidakpastian
• 15 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.