Persib Pinjamkan Rezaldi Hehanusa ke Persik Kediri: Ketika PSM Angkat Bendera Putih, Tak Mampu Datangkan Pemain Lokal Berkualitas?

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Aktivitas PSM Makassar di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 sejauh ini lebih banyak diwarnai arus pemain keluar, ketimbang kedatangan amunisi baru. Juku Eja tampak sibuk merombak komposisi tim, namun belum menunjukkan agresivitas serupa dalam mendatangkan pemain lokal berkualitas dan siap pakai.

Nama terbaru yang dilepas adalah Muhammad Arham Darmawan. Striker muda berusia U-23 itu resmi dipinjamkan ke klub Liga 2, Persipal Palu, hingga akhir musim.

Manajemen PSM Makassar menyebut peminjaman Arham sebagai bagian dari proses pengembangan pemain. Minimnya menit bermain membuat potensi sang pemain dinilai sulit berkembang jika tetap bertahan di skuad utama Ayam Jantan dari Timur.

“Untuk menambah jam terbang, Arham dipinjamkan pada putaran kedua liga musim ini. Good luck di perantauan, Arham,” tulis manajemen PSM dalam keterangan resminya.

Arham memang kesulitan bersaing di lini depan. Ia harus berhadapan dengan pemain-pemain yang lebih matang dan berpengalaman seperti Alex Tanque, Jacques Medina Temopele, hingga Abu Kamara. Persaingan ketat itu membuat peluang tampil reguler nyaris tertutup.

Musim ini, Arham baru sekali turun bermain—selama 62 menit saat PSM menghadapi Persijap Jepara di Stadion BJ Habibie, Parepare. Selebihnya, pemain asal Palopo itu lebih sering menghuni bangku cadangan.

Musim terbaik Arham terjadi pada 2024/2025. Ia tampil dalam 10 pertandingan—enam di Super League dan empat di Shopee Cup. Namun, dari seluruh kesempatan tersebut, ia belum mencatatkan gol maupun assist.

Peminjaman Arham menambah panjang daftar pemain muda dan lokal yang dilepas PSM dalam beberapa musim terakhir. Sebaliknya, arus pemain masuk—terutama pemain lokal berpengalaman—justru tak kunjung terlihat signifikan.

Situasi ini mulai memantik tanda tanya di kalangan suporter. Di tengah persaingan Super League yang kian ketat, klub-klub rival justru bergerak cepat dan konkret dalam mengamankan pemain lokal berkualitas.

Salah satu contoh paling nyata terjadi di sektor bek sayap—posisi yang sejak awal putaran kedua disebut-sebut menjadi kebutuhan paling mendesak PSM Makassar.

Ketika PSM masih berkutat pada tahap penjajakan, Persik Kediri bergerak lebih cepat dan efektif. Klub berjuluk Macan Putih itu resmi mengamankan Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa.

Kepastian tersebut diumumkan Persib Bandung pada Jumat (16/1/2026). Kedua pemain bertahan itu dipinjamkan ke Persik Kediri hingga akhir musim Super League 2025/2026.

Langkah Persik sekaligus menutup peluang PSM Makassar, yang sebelumnya disebut-sebut berada di antrean terdepan untuk mendatangkan Rezaldi. Padahal, sektor bek sayap menjadi pekerjaan rumah krusial bagi pelatih Tomas Trucha, menyusul inkonsistensi performa lini pertahanan PSM sepanjang putaran pertama.

Sebelumnya, pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memang telah membuka opsi peminjaman dua pemainnya itu. Ia mengakui adanya ketertarikan dari sejumlah klub.

“Kami menerima beberapa permintaan, tapi kita akan lihat nanti. Pertama, saya harus berbicara dengan mereka, baru setelah itu kita akan lihat,” ujar Bojan Hodak.

Khusus untuk Rezaldi Hehanusa, Bojan memberikan penilaian lebih. Bek kiri yang lama menjadi andalan Persib itu disebut memiliki kualitas yang telah teruji di level tertinggi, meski sempat terkendala cedera cartilage.

Gagalnya PSM Makassar mengamankan Rezaldi menjadi simbol persoalan yang lebih besar. Di saat klub-klub pesaing mampu bergerak cepat, adaptif, dan konkret, PSM justru terlihat berhitung terlalu lama—hingga peluang itu diambil tim lain.

Bursa transfer paruh musim kini menempatkan PSM Makassar pada sebuah persimpangan. Apakah strategi menahan belanja dan fokus pada internal benar-benar pilihan sadar, atau justru tanda angkat bendera putih dalam perburuan pemain lokal berkualitas?

Putaran kedua akan menjadi jawabannya. Namun satu hal sudah jelas: di Super League yang kian kompetitif, keraguan sering kali berujung pada ketertinggalan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Isu Kebocoran Data Instagram, Komdigi Panggil Meta
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Banjir Surut, Jalur KA Kaliwungu–Kalibodri Kembali Dilalui dengan Kecepatan Terbatas
• 15 jam lalukompas.com
thumb
UNIDO: Kawasan industri IWIP strategis bagi industri nikel global
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
NOC Indonesia Perkuat Diplomasi Olahraga Dorong Pencak Silat ke Gerakan Olimpiade
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Branding Dinilai jadi Kunci Desainer Lokal Bertahan di Tengah Tren Fashion Global
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.