Trump Tirukan Aksen Macron, Ancam Tarif 25 Persen untuk Prancis

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menirukan aksen Prancis milik Presiden Prancis Emmanuel Macron saat berbicara dalam sebuah diskusi meja bundar di Gedung Putih pada Jumat.

Dikutip dari Daily Mail, Sabtu, 17 Januari 2026, Trump menceritakan kembali percakapan teleponnya dengan Macron ketika membahas upayanya menyetarakan biaya obat-obatan yang dibayar warga Amerika Serikat dengan harga yang berlaku di negara lain.

Dengan menggunakan aksen Prancis untuk menggambarkan cara bicara Macron, Trump mengatakan bahwa Presiden Prancis itu menjawab teleponnya dengan berkata, “Iya, Donald, Donald. Terima kasih sudah menelepon.”

Trump kemudian mengklaim dirinya mengatakan kepada Macron, “Anda tidak akan menyukai panggilan telepon ini. Anda harus menaikkan harga obat-obatan di negara Anda.”

“Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, saya tidak akan melakukan itu,” ujar Trump sambil menirukan suara Macron.

Trump, yang pada Mei lalu menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan kebijakan harga obat ‘most-favored-nation’ di Amerika Serikat, mengatakan kepada Macron bahwa jika Prancis tidak mulai membayar lebih mahal untuk produk farmasi, maka Amerika Serikat akan mengenakan tarif terhadap negara tersebut.

“Saya bilang, ‘Emmanuel, kami membayar 13 kali lebih mahal, 13 kali, bukan 13 persen, 13 kali lebih mahal daripada kalian untuk ini.’ Saya menyebutkan beberapa angka yang gila. Anda tahu angka-angka yang saya maksud,” kata Trump.

“‘Begini, Emmanuel. Jika Anda tidak melakukannya, saya akan mengenakan tarif 25 persen atas semua barang, anggur, sampanye, dan segala hal lain yang masuk ke Amerika Serikat,’” lanjut Trump.

Masih dengan aksen Prancis, Trump mengklaim Macron langsung mengalah.

“(Macron) berkata, ‘Donald, saya akan senang sekali melakukan ini untuk Anda. Ini akan menjadi suatu kehormatan besar,’” kata Trump. “Dan dari situlah semuanya dimulai. Saya kemudian melakukannya dari satu negara ke negara lainnya.”

Saat menceritakan kembali percakapan tersebut, Trump menambahkan bahwa ia memiliki kesan positif terhadap Macron.

“Saya sangat menyukainya. Saya harap dia mendengarkan, karena dia tidak percaya dengan itu, tapi saya sungguh menyukainya. Dia orang yang baik,” ujar Trump. Aksen Prancis Presiden Amerika Serikat itu juga tampak menceritakan kisah serupa dengan menggunakan aksen Prancis saat pertemuan anggota Partai Republik DPR AS pada 6 Januari lalu.

Sebelum masuk ke anekdot tersebut, Trump mengatakan, “Saya suka aksen Prancis.”

Ia kemudian mengklaim Macron mengatakan kepadanya, “Donald, kita sepakat. Saya bersedia menaikkan harga obat resep saya sebesar 200 persen atau berapa pun. Apa pun yang Anda mau, Donald, tolong jangan beri tahu masyarakat, saya mohon.”

Trump mengklaim dirinya telah memberi ultimatum kepada Prancis untuk menyetujui tuntutan Amerika Serikat atau menghadapi tarif besar sebesar 25 persen atas seluruh produk Prancis, termasuk sampanye dan anggur.

Dua hari kemudian, Macron menuduh Amerika Serikat telah “melepaskan diri dari aturan internasional” dan “secara bertahap menjauh” dari sejumlah sekutunya.

“Amerika Serikat adalah kekuatan besar, tetapi secara bertahap menjauh dari sebagian sekutunya dan melepaskan diri dari aturan internasional yang hingga baru-baru ini masih mereka dorong,” kata Macron kepada para duta besar di Istana Elysée Palace.

“Lembaga-lembaga multilateral semakin tidak berfungsi secara efektif,” tambah Macron. “Kita hidup di dunia bersama kekuatan-kekuatan besar dengan godaan nyata untuk memecah-belah dunia," ungkapnya.

Baca juga:  Macron Mengadu ke Trump usai Konvoinya Terjebak Macet di New York


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kurangi Pemudik Motor, Kemenhub Bakal Tambah Kuota dan Rute Mudik Gratis Lebaran 2026
• 19 jam laludisway.id
thumb
Trump Ucapkan Terima Kasih ke Iran Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Mati
• 7 jam laludetik.com
thumb
Video: Sudah Swasembada dan RI Siap Ekspor Beras, DPR Ungkap Syaratnya!
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kriminal kemarin, pria asusila di Transjakarta hingga SP3 ijazah palsu
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Gary Neville Ungkap Alasan Michael Carrick Tak Layak Jadi Pelatih Manchester United, Lebih Pilih Sosok Ini!
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.